Hasil Laboratorium Forensik terkait Bahaya buah Kecubung, di antaranya menimbulkan peningkatan Denyut Jantung serta Halusinasi

Teks Foto : []istimewa HASIL LABFOR - Polda Kalsel saat memberikan keterangan resmi terkait hasil laboratorium forensik (Labfor) menyangkut buah Kecubung, Senin (15/7/2024) lalu.(kalselpos.com)

Banjarmasin,kalselpos.com— Terkait frnomena Kecubung yang akhir-akhir ini viral di Banua, Polda Kalimantan Selatan memberikan keterangan resmi melalui gelaran konferensi pers terkait hasil laboratorium forensik (Labfor) terkait buah Kecubung, Senin (15/7/2024) petang.

Konferensi pers dihadiri Direktur Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Kelana Jaya SIK MH, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, Kabid Hukum Kombes Pol Arif Hidayat Ritonga SIK MH dan Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol drMuhammad El Yandiko MM Sp.An.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi dan Dir Resnarkoba Kombes Pol Kelana Jaya, memaparkan temuan dari laboratorium forensik di Surabaya yang telah menganalisis sampel buah Kecubung yang diduga penyebab halusinasi korban. Hasil labfor menyampaikan jika buah Kecubung yang telah diteliti mengandung zat Atropin dan Skopolamin.

Berdasarkan pemeriksaan oleh tim Dit Resnarkoba Polda Kalsel kepada dua orang yang ada pada video viral akhir-akhir ini, diperoleh keterangan bahwa keduanya mengkonsumsi obat berupa pil putih tanpa logo dan merek.

Dit Resnarkoba Polda Kalsel yang melakukan penyidikan akan melakukan penegakan hukum kepada dua orang tersebut apabila terbukti menggunakan pil putih atau obat tanpa merek tersebut.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko menjelaskan, buah Kecubung adalah tanaman yang mengandung Alkaloid yang didalamnya memiliki zat Atropin, Skopolamin dan Hiosiamina.

Efek yang ditimbulkan adalah Antikolinergik, di mana bagi pengguna buah Kecubung akan merasakan kulit kering, mulut kering, disertai peningkatan denyut jantung, halusinasi yang kuat hingga pengguna sulit membedakan antara realita dan delusi yang dialami.

“Kemudian ada efek Katinon, dimana pengguna akan merasa euforia dan bertambahnya tenaga yang sesaat, sehingga dapat membuat pengguna menjadi ketergantungan, keracunan, melemahnya irama jantung, otot-otot pernapasan hingga mengakibatkan kematian, ” ungkap Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko.

Dia pun menyampaikan, apabila masyarakat menemukan pengguna buah Kecubung dengan menimbulkan efek tersebut segera membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat, usahakan agar korban tetap terjaga tidak tidur dan bernafas sebanyak-banyaknya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait