TMMD ke-119 satuan Kodim 1007/Banjarmasin  “Menyulam Jembatan Menuju Ladang Makmur”

Teks: Jembatan-jembatan yang tertanam diantara aliran sungai yang menjadikan kesunyian bermakna, semuanya menjadi satu irama akan bersuara indah di hati para tani.(ist)(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Sang Seribu Sungai yang menjadi julukannya dengan berbagai cerita nya, menyisakan beberapa daerah terdampak banjir beberapa tahun lalu tepatnya 2021, salah satunya Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur RT 08/RW 01 pinggiran Kota Banjarmasin yang bertetangga langsung dengan kabupaten Banjar.

 

Bacaan Lainnya

Dalam aliran sejarah yang mengalir perlahan, prajurit telah menjadi pionir yang mengiringi langkah masyarakat, pada Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 119 Kodim 1007/Banjarmasin, di sini ada harapan pada jembatan-jembatan yang menghubungkan jantung pertanian sebagai pangkal kehidupan.

 

Mereka, dengan tangan terampil dan hati yang bersatu membawa harapan melalui dermaga-demi-dermaga, mempersembahkan mimpi akan sumber daya yang tak terhingga, membuka jalan bagi kemakmuran yang luas di ladang-ladang Jalan Sungai Lulut Dalam.

 

(17/02/23) Sore, jelang hari pembukaan TMMD, perbincangan hangat di ladang dengan Bapak Fauzi (56) atau orang-orang sering memanggilnya mang Uji berkisah.

 

“Biasanya kalau mau ke sawah kami harus berjibaku melewati kubangan-kubangan lumpur dan anak sungai. Karena ada beberapa titik yang jalannya putus, dan diperparah dengan musibah banjir yang terjadi pada tahun 2021. Kadang ketinggian air kubangannya bisa sampai dada kalau air sungai sedang pasang, sebagai solusi sementara kami masih menggunakan jukung” ujarnya.

 

Di jalan Sungai Lulut Dalam ini ada banyak ladang hijau yang melambai dengan subur memancarkan harapan dan kesuburan, namun terpendam di baliknya adalah tantangan yang membutuhkan jembatan-jembatan penyebrangan menuju keberkahan.

Dalam sorotan fajar yang memudar, prajurit Kodim 1007/Banjarmasin membawa sinar keberanian, membangun tali kasih yang menyulam, dan menjadikan jembatan bukan sekadar struktur kayu ulin yang keras, melainkan arsip cinta untuk masa depan yang bersinar.

 

 

– Kehadiran TNI dalam Membangun Jembatan

 

Kolonel Inf Arman Aris Sallo Dandim 1007/Banjarmasin sebagai Komandan Satgas TMMD ke – 119 di Kota Banjarmasin berucap “Sebagai TNI yang lahir dari rakyat kita harus bisa membantu kesulitan rakyat, juga menanamkan pada diri kami (TNI) sebagai prajurit yang senantiasa menjaga karena tujuan kami adalah _Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah.”_ tutupnya.

 

Bersama pasukannya, yang tergabung dari Tri Matra TNI, Kelompok Masyarakat hingga Kepolisian Pada hari Pertama Pembukaan TMMD ke 119 Kodim 1007/Banjarmasin (19/02/24)pagi, menjadi awal para pelukis dalam galeri tak berbatas, yang melukiskan kuas kasih untuk mengilustrasikan gambaran jembatan yang menghubungkan langit dan bumi, masa lalu dan masa depan.

 

 

– Kolaborasi Antar Instansi

 

Di panggung kerjasama, prajurit 130 orang dari TNI AD, AL, AU, Pemda, masyarakat hingga Kepolisian yang bergabung menjadi 180 orang kekuatan berbeda pakaian seragam adalah penari-penari yang melenggok dalam irama harmoni, menyatukan doa dan ketulusan dalam menyulap impian menjadi kenyataan.

 

Dengan sasaran Fisik utama 6 jembatan, sasaran Fisik tambahan: 1 renovasi mushola, pembangunan 1 Pos kamling, pembangunan 2 MCK dan pembangunan 2 tempat wudhu.

 

Di tambah untuk meyakinkan pemerataan rasa dan jiwa TMMD dilaksanakan berbagai pula Kegiatan Sosial : Penyuluhan KB, Pelayanan Kesehatan Gratis, penyuluhan Narkoba, Pembekalan Wawasan Kebangsaan, pemberian Wawasan rekrutmen TNI hingga Kegiatan-kegiatan Rohani agama Islam yang bersamaan pada pertengahan jalan TMMD di bulan Suci Ramadan, menjadi harapan dan ridho dari Allah SWT Tuhan YME.

 

Brigjend TNI Mahfud Ghozali juga mengatakan bahwa ada 4 tujuan utama pada pelaksanaan TMMD ke 119 ini.

“Sasarannya di antaranya daerah terisolir, daerah kumuh, daerah pulau terluar dan daerah terdampak bencana” jadi TMMD ini adalah kegiatan yang terpadu dan terintegrasi oleh seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah.

 

Ketua Tim Wasev menyampaikan, “Tadi saya sambil jalan sudah ngobrol dengan Kadis PUPR dan Pak Sekda juga soal jembatan ini, yang menjadi wujud penting sinergitas antara pemerintah daerah TNI, Kepolisan dan seluruh Komponen bangsa, tokoh masyarakat dan seluruh warganya”.

 

“Kita tidak bisa sendiri, kita selaku Masyarakat juga, karena kita TNI hanya di berikan seragam dan kita berdinas, kita sama saja karena kita adalah warga Negara Indonesia yang harus Bersama-sama bahu-membahu membangun daerahnya,” ungkap Ketua TIM Wasev dari Mabes TNI saat turut melakukan pemantauan ke lokasi pada Kamis (29/2/2024).

 

Kolaborasi adalah pelopor kuat, yang menjadi satu kesatuan tak tertandingi dan menjadikan bayangan ketakutan sirna dalam kebersamaan.

 

 

– Kisah Kesuksesan

 

Dari bibir sungai yang merayap hingga menyentuh ladang, para prajurit dan petani bersama-sama mencatat kisah-kisah yang ditorehkan oleh jembatan-jembatan harapan.

 

Pada minggu, pagi (10/03/24), di Jl. Sungai Lulut Dalam RT. 08 Kel. Sungai Lulut lokasi TMMD 119, melalui jalan yang sedikit becek setelah terguyur hujan dimalam hari.

 

H. Ibnu Sina Walikota Banjarmasin menggunakan sepeda dengan menyusuri jalan kecil disana, yang didampingi para unsur Forkopimda termasuk Dandim 1007/Banjarmasin Banjarmasin, pun memberikan apresiasinya atas pelaksanaan TMMD ke-119 oleh Kodim 1007/Banjarmasin ini.

 

“Walau hujan maupun panas, teman-teman dari Kodim 1007/Banjarmasin dan dibantu masyarakat bisa menyelesaikan program ini sesuai dengan target,” katanya.

Ditambahkannya bahwa kawasan ini sendiri merupakan salah satu bagian penting sebagai penyangga pangan di Banjarmasin.

 

“Karena ada sekitar 323 hektar ladang-ladang pertanian di kawasan Sungai Lulut ini yang masih produksi. Dan ini menjadi penyangga pangan tentunya di saat harga beras lokal pun masih tinggi,” tutup Walikota.

 

Jembatan-jembatan yang tertanam diantara aliran sungai yang menjadikan kesunyian bermakna, semuanya menjadi satu irama akan bersuara indah di hati para tani.

 

Mereka memancarkan kehidupan, membelai bumi dengan sentuhan emas, dan mengubah tanah menjadi pangkuan yang subur bagi biji-biji harapan untuk masa depan di pinggiran Kota Seribu Sungai (julukan Kota Banjarmasin).

 

 

– Penutupan Yang Menjadi Awal Pencapaian

 

Dengan palu di tangan dan cinta di hati, prajurit adalah arsitek-arsitek penyelamat, membangun tak hanya jembatan Kayu ulin yang keras, tetapi juga kehidupan yang terjalin dalam irama Syukur yang akan di rindukan.

 

Pada hari terakhir saat Upacara Penutupan TMMD ke 119 Kodim 1007/Banjarmasin yang sudah berlalu selama (30) hari terhitung dari tanggal 19 Februari hingga 20 Maret 2024 tersebut, Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kepala Staf Ahli (Kapoksahli) Kodam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Drs Yuswandi, M.M. menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen yang terlibat. Baik itu Walikota beserta jajaran dan instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, media massa dan pihak lainnya.

 

“Dengan telah selesainya pelaksanaan TMMD ke-119 TA 2024 ini, saya selaku Pengendali Kegiatan Operasional TMMD (PKO TMMD) dan atas nama keluarga besar TNI mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja sama dan membantu pelaksanaan TMMD ke 119 TA 2024 sehingga dapat berjalan tertib dan lancar sesuai tujuan yang diharapkan,” tutupnya.

 

Selain dari Forkopimda kota Banjarmasin, penutupan juga dihadiri oleh Kasrem 101/Antasari, Kolonel Inf Hari Santoso S. Sos., M.I.P., M.H. yang mewakili Danrem 101/Antasari.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait