H. Roni: Saya Punya Camp dan Tempat Alat di Lahan Sendiri Bukan Menjarah Hutan

Teks foto: Foto bersama kegiatan peninjauan jembatan Sungai Palili. (Istimewa)(kalselpos.com)

Muara Teweh, kalselpos.com – H Roni atas nama pribadi dan keluarga serta masyarakat merasa sangat dirugikan atas tuduhan terkait beredarnya berita penggarapan dan pembakaran lahan ribuan hektare oleh sekelompok oknum di media sosial (Medsos).

“Itu merupakan fitnah dan tidak masuk diakal sehat, apalagi mereka selama ini tidak pernah konfirmasi dengan pihak terkait, artinya hanya pendapat sepihak,” kata H Roni kepada awak media, Selasa (19/03/2024).

Bacaan Lainnya

Disebutkannya akibat pemberitaan tersebut, Kamis (14/03/2024), tim terdiri dari Tripika, Kepala Desa Muara Inu, Demang Adat , Mantir terkait, Batamad mewakili dan anggota Polres Barito Utara turun ke lapangan meninjau ke lokasi, hasilnya tidak seperti berita di medsos menyebutkan ada penjarahan hutan.

“Intinya, semuanya fitnah.
Sebagai putra daerah saya akui punya lahan dan diperoleh secara legal bersama masyarakat setempat, dan sebagai masyarakat lokal mengajak warga buka kebun sesama pemilik lahan demi meningkatkan perekonomian dan menghindari ladang berpindah-pindah,” jelasnya.

Disamping rencana buka lahan dengan masyarakat, lanjutnya, ada usaha lain sehingga membuat camp dan menempatkan alat di lahan tersebut, “Tapi dipelintirkan orang-orang ke hal-hal lain, yang mengatakan ada alat investasi illegal. Apa saya salah meletakkan alat di tanah saya sendiri?,” tanya H Roni dengan nada meninggi.

Dia juga mengungkapkan agar diketahui bahwa selama ini dia dipercayakan mengerjakan jembatan Sei Palili yang berada di Desa Muara Inu, sepanjang jalan dan jembatan Lahei melintas wilayah Desa Hurung Enep, Desa Juju Baru, Desa Muara Inu, Bengahon , Desa Gusi Rahaden, Desa Muara Pari, Desa Karendan sampai ujung Desa Haragandang adalah titik lokasi pekerjaannya.

“Jadi tidak benar saya berinvestasi untuk lahan ribuan hektare. Dan anehnya, salah satu organisasi GPD tidak menjalankan amanah dari rakyat justru berpendapat sepihak tanpa konfirmasi sebelumnya dan menuding kami menggarap dan membakar lahan ribuan hektare,” bebernya lagi.

Diakui H Roni memang dia punya lahan 200 hektare, mungkin ini yang menurutnya ada sebagian pihak mempertanyakan dari mana asal usulnya orang luar yang jauh dari Kecamatan Lahei punya lahan seluas itu, sementara penduduk setempat untuk memiliki 5 hektare saja susah.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait