Pemko Banjarmasin bantah dugaan pungli ‘ASN Peduli Stunting’

Teks foto : Kepala Dinas Pengendalian, Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, Helfian Noor dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Tabiun Huda.

BANJARMASIN, kalselpos.com – Dituding ada dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Aparatur Sipil Negara (ASN) Peduli Stunting, Pemko Banjarmasin tegas membantah bahwa bentuk pungutan adalah sumbangan sukarela.

Kepala Dinas Pengendalian, Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, Helfian Noor, menjelaskan bahwa program ASN Peduli Stunting adalah turunan dari program pusat.

Bacaan Lainnya

“BKKBN pusat ada program Bapak Asuh Stunting. Kemudian ditempat kita implementasinya ASN Peduli Stunting,” ujar Helfian Noor, Selasa (05/3/24) kemarin.

Program itu adalah bentuk kolaborasi untuk menekan angka stunting. Artinya, tidak hanya APBD dan APBN, ASN juga diminta ikut berpartisipasi.

“Tapi sekali lagi tidak diwajibkan. Hanya sukarela,” tegasnya.

Sejauh ini dana yang terkumpul dari program ASN Peduli Stunting mencapai Rp200 juta.

“Dana itu masuk ke rekening khusus pengelola Bapak Asuh Stunting. Penanggung jawabnya Kabid Kesejahteraan Keluarga,” terangnya.

Ia menambahkan, dari dana itu diolah dalam bentuk makanan ke sasaran setiap harinya oleh para kader.

“Ada namanya inovasi Kelurahan Zero Stunting. Ada lima kelurahan yang jadi lokus kita yang jumlah anak kasus stuntingnya sekitar 10 anak,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Tabiun Huda. Ia menyebut, bahwa hal ini hanya imbauan, bukan kewajiban.

Namun yang jelas, ini adalah upaya jajarannya untuk mengatasi angka stunting di Kota Banjarmasin.

“Bentuk kepedulian ASN. Yang mau silahkan, yang tidak mau silahkan. Ini hanya bentuk sosial,” tandasnya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait