Amuntai, Kalselpos.com – Menggunakan pengeras suara dan kotak bertulisan ‘Penggalangan Dana untuk Korban Banjir di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU)’, puluhan mahasiswa aksi turun di jalan untuk membantu masyarakat terdampak banjir.
Puluhan mahasiswa (i) tersebut dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Amuntai di perempatan jembatan Banua Lima dan Paliwara kota Amuntai, Senin (22/01).
Ketua BEM STIA Amuntai,M. Renaldi mengatakan, aksi rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari, 22-24 Januari 2024. “Kurang lebih ada 30 partisipan dari mahasiswa yang ikut aksi, dengan dibagi dua shift, pagi dan siang. Terbilang kami hanya menggunakan peralatan sederhana,” ucapnya, saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp.
Penyaluran, direncanakan lebih mengarah kepada daerah yang terendam banjir yang menyebabkan kegiatan perekonomian masyarakat tersebut, terganggu dan menurun.
Belum ada koordinasi terkait penyaluran, tetapi rencananya pihaknya akan menyerahkan secara langsung kepada masyarakat yang menjadi sasaran dibantu.
Renaldi mengaku, sebagai mahasiswa, aksi kemanusiaan ini perlu dilakukan, karena sebagai bentuk gotong royong dalam membantu masyarakat yang tengah mengalami musibah,
“Pada dasarnya tugas mahasiswa bukan hanya belajar dan pulang, tetapi kita juga harus mengabdi kepada masyarakat, sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, pengabdian dan penelitian,” tuntasnya.
Sementara, dari laporan dan Infografis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), teranyar, Senin 22 Januari 2024. Banjir menggenang di seluruh kecamatan di Kabupaten HSU, dengan total rumah terendam 17.102 buah rumah, jalan terendam 60.838 meter, jembatan 4.145 meter, fasilitas kesehatan, 19 buah, fasilitas ibadah 136 buah, fasilitas umum 36 buah, rumah roboh 1 buah. Korban terdampak 20.835 kepala keluarga dan 61.714 jiwa.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





