Kakek, tersangka Pencabulan anak SD ditangkap di Kalteng

Teks foto : []istimewa  DITANGKAP - HA alias C (58), kakek-kakek, tersangka pelaku pencabulan anak di bawah umur yang akhirnya ditangkap di wilayah Kalteng, Jumat (12/01/2024) kemarin

Banjarmasin, kalselpos.com – Usai sudah pelarian HA alias C (58), seorang kakek-kakek, tersangka pelaku pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di kawasan Banjarmasin, pada Mei 2023 silam.

 

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah sudah tertangkap di Kalimantan Tengah. Jumat (12/01/2024) kemarin.

Pelaku dibekuk saat turun dari perahu, yang diperkiraan akan berpindah tempat lagi untuk lari dari pengejaran polisi, ” ucap Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Thomas Afrian, Sabtu (12/01/2024) sore.

 

Ditegaskan , saat ini pihaknya sudah melakukan penahanan setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan oleh penyidik PPA Satreskrim Polresta Banjarmasin.

 

“Untuk rute pelarian tersangka HA alias C dalam perkara, ini ia melarikan diri ke wilayah Kabupaten Banjar, lalu melarikan diri ke Provinsi Kalimantan Tengah, yakni Sampit berpindah lagi ke

Palangka Raya, ” jelas Kasat Reskrim.

 

Ia menambahkan, pelaku melarikan diri dan selalu berpindah karena tahu dilaporkan oleh keluarga korban ke kantor polisi.

 

“Karena mengetahui, hukuman pencabulan terhadap anak di bawah umur akan berat oleh sebab itu ia berpindah-pindah tempat, ” tambah Kasat menjelaskan.

 

Diberitakan sebelumnya, seorang siswi yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) Kota Banjarmasin berinisial (A) diduga telah menjadi korban pemerkosaan oleh seorang kakek-kakek.

 

Dari informasi yang berhasil diperoleh kalselpos.com, pemerkosaan terhadap anak yang masih duduk di bangku SD itu terjadi pada bulan Mei tahun 2023 silam.

 

Ibu korban DA (30) saat ditemui dikediamannya, Senin (08/01/2024) petang, mengatakan, saat itu dirinya sedang mencari korban yang entah mengapa tidak kunjung pulang sekolah hingga sore hari.

 

“Sudah saya cari ke sekolah namun tidak ada, sempat melapor ke Kepala Sekolah dan diminta untuk menanyakan ke teman sekolahnya yang lain, namun saat ditanya ke teman korban yang lain tidak ada mengetahui keberadaannya, ” ucapnya.

 

Tak berselang lama, lalu ada warga yang mengatakan kalau melihat korban sedang menangis.

 

Karuan saja mendengar itu, sang ibu pun langsung pergi ke lokasi dan menghampiri anaknya yang sedang menangis.

 

“Saat ditanya kenapa menangis, di situlah saya tahu apa yang telah terjadi dengan sang anak yang telah dilecehkan hingga dilakukan hal tak senonoh oleh salah seorang warga yang tak berada tak jauh di rumahnya, ” lanjutnya.

 

Setelah tau semua apa yang terjadi dengan anaknya, ia pun bercerita kepada suaminya. Seketika langsung saja mendatangi rumah terduga pelaku yang tak jauh dari rumahnya.

 

“Saat suami saya mendatangi rumah terduga pelaku, dengan mudahnya lelaki yang umurnya diperkirakan sudah 50 tahun ke atas itu menjawab khilaf, ” katanya dengan raut muka yang sedih.

 

Mendengar jawaban yang sangat mengesalkan itu, langsung ia bersama dengan anak melaporkan hal tersebut ke Polresta Banjarmasin.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait