Rantau, kalselpos.com– Pemerintah Kabupaten Tapin, secara aktif berikan perhatian khusus terhadap isu strategis tentang kesehatan reproduksi dan stunting diwilayahnya.
Salah satunya,Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Tapin,menggelar giat promosi serta konseling KB paska persalinan dan keguguran sekaligus pelayanan mojang bastari dan memberikan bantuan bapak asuh anak stunting (BAAS) tahun 2024,di Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin.
Selasa (9/1/2024).
Giat tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten Tapin,guna menekan angka kematian ibu dan bayi sekaligus sebagai langkah upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan zero (nol) stunting di Tapin.
Turut hadir pada pembukaan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Errani Martin, Pj Ketua PKK Tapin Masrupah, Staf Ahli Bupati Syarifudin dan Kepala DPPKB Ahlul Jannah.
Pj.Bupati Tapin Muhammad Syarifuddin pada sambutannya menyampaikan, kegiatan ini adalah salah satu inovasi Dinas PPKB Tapin dan merupakan sebagai langkah upaya atau bentuk intervensi penurunan dan pencegahan pravelansi stunting di Kabupaten Tapin.
“Juga untuk mendekatkan pelayanan pembangunan keluarga,program kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) kepada masyarakat”,
ujar Muhammad Syarifuddin.
Menurutnya,pencegahan stunting melalui pelayanan KB paska persalinan dan paska keguguran,merupakan intervensi sfesifik pencegahan mulai dari hulu, dengan cara mencegah sebelum atau pra terjadinya stunting pada bayi.
“Juga menyiapkan kehamilan berikutnya untuk dapat memberikan pola asuh yang baik untuk anak dimulai dari masa 1000 hari pertama kehamilan”,ungkapnya.
M.Syaripudin meminta peran aktif dari semua pihak agar kehadiran dan layanan mojang bastari ini bisa optimal, sehingga semakin sukses menurunkan angka stunting diwilayahnya (Kabupaten Tapin).
“Diharapkan dengan adanya pelayanan mojang bastari ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang upaya pencegahan stunting,mulai perencanaan keluarga, dengan ber – KB sebelum 42 hari paska melahirkan”, harapnya.
Sementara, Kepala Dinas PPKB Tapin,
Hj.Ahlul Jannah menjelaskan,inovasi mojang bastari ini yakni mobil layani ibu bersalin atau penyuluh dan petugas kesehatan KB yang gencar melayani dengan tang kepada ibu bersalin atau nifas terutama yang berisiko stunting.
“Mojang bastari ini secara gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya pasangan dan ibu usia subur agar ikut serta ber KB, terutama Model Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), “katanya.
Keikut sertaan pasangan atau ibu usia subur untuk ikut serta mengikuti program keluarga berencana (KB) ini, tentunya akan berdampak positif pada penurunan stunting.
Adapun peserta sebanyak 25 orang ibu ibu yang usia subur ikuti promosi dan konseling KB paska bersalin dan paska keguguran.
Usai membuka kegiatan Pj Bupati Tapin selaku bapak asuh memberikan bantuan kepada keluarga berisiko stunting dan meninjau pemasangan KB di mobil layanan KB.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





