Banjarmasin, kalselpos.com – Konsumsi ikan hasil tangkapan laut atau ikan utuh segar dalam hitungan pernah kapita di Kalimantan Selatan (Kalsel) cukup tinggi bahkan jika dibandingkan sejumlah provinsi lain perbandingannya cukup jauh.
Hal ini dinilai sangat positif dalam menciptakan rakyat sehat dan kuat, terlebih daerah kita sedang gencar gencarnya memerangi stunting.
Contohnya saja di tahun 2022 dari angka Kalsel capaiannya 98,34%, jika dibandingkan Bali 96,81%, Kalteng 95,32% dan Bengkulu 70,37%, termasuk sejumlah Provinsi di wilayah Timur dan tenga. Sedangkan untuk tahun 2023 belum di publikasi karena masih di awal tahun 2024
“Kemungkinan datanya ada peningkatan karena keterjangkauan harga sehingga meningkatkan daya beli masyarakat, ” Kata Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Gusti Royadi Elmi kepada Kalselpos. com Rabu (10/1).
Ia menambahkan, masyarakat banua ini sudah terbiasa banyak makan ikan atau umpal, jika kebiasaan itu bisa dijaga maka asupan protein dari ikan laut itu baik untuk kesehatan tubuh. Kami hanya berharap keterjangkauan harga dan keterjagaan stok ikan mencukupi bagi masyarakat. Hal ini penting agar menjaga kestabilan daya beli dipasaran
“Selain stok tentu tak kalah penting agar harga ikan laut ini tetap terjangkau bagi masyarakat, ” harapnya.
Lanjut politisi ramah ini, semoga di tahun 2023 lalu angka tingkat konsumsi ikan ini mengalami peningkatan dan kita berharap Kalsel bisa menekan angka stunting sehingga drajat kesehatan masyarakat terus membaik.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





