Seminar Nasional ‘Candi Agung Dalam Pendekatan Sejarah’ Lacak Sejarah dari Sisi Keilmuan

Teks foto: Pemerintah Kabupaten HSU menggelar Seminar Nasional dengan tema Candi Agung dalam pendekatan sejarah. (diskominfosandi)

Amuntai, kalselpos.com – Seminar Nasional dengan tema ‘Candi Agung Dalam Pendekatan Sejarah’ digelar Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Candi Agung yang berada di Amuntai tersebut memang dikenal kalangan masyarakat dan sering menjadi kunjungan wisatawan yang ke Kota Amuntai.

Bacaan Lainnya

Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) HSU seminar digelar di aula KH. DR. Idham Chalid Amuntai, Rabu (20/12/2023), menghadirkan dua narasumber peneliti dari Pusat Riset Arkeologi Lingkungan, Maritim dan Budaya Berkelanjutan, Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Purnabakti Pengajar Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM.

Peserta seminar berasal dari SKPD terkait lingkup Pemprov Kalsel, lingkup Pemkab HSU, akademisi, tokoh agama, budayawan, LSM, guru-guru sejarah, tim ahli dari cagar budaya maupun komunitas-komunitas sejarah dan budayawan yang ada di Kalsel.

Penjabat (Pj). Bupati HSU diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) HSU Adi Lesmana mengatakan, seminar nasional ini memiliki arti penting dalam rangka menambah khazanah pengetahuan/ informasi yang benar terkait Candi Agung Amuntai.

“Kita juga bisa menyampaikan informasi dan sejarah yang benar kepada masyarakat, pengunjung, dan para pelajar tentang candi Agung Amuntai, ” ucapnya.

Kota Amuntai memiliki situs Candi Agung yang diperkirakan peninggalan Kerajaan Negara Dipa yang keberadaannya se-zaman dengan Kerajaan Majapahit. Saat ini situs Candi Agung telah menjadi salah satu tujuan destinasi wisata di Kabupaten HSU dan Kalimantan Selatan.

Pada tahun 1967 di Kota Amuntai, saat melakukan penggalian situs kepurbakalaan, ditemukan bagian dasar candi dan benda benda kepurbakalaan tempat yang digali itu disebut penduduk gunung Candi (bukit Candi) yang dasarnya itu disebut Candi Agung

“Kami berharap, nanti ada satu buku tentang Candi Agung dengan pendekatan ilmu pengetahuan yang menjadi rujukan sejarah dan mengembangkan kawasan Candi Agung Amuntai. Dan untuk pelajar, guru-guru, para aktivitas sejarah lainnya bisa berkunjung kesana untuk melihat langsung keberadaan Candi Agung Amuntai,” harapnya.

Kepala Bappedalitbang HSU, M. Haridi mengatakan, dilaksanakannya kegiatan seminar nasional ini untuk melacak jejak sejarah candi Agung dari sisi keilmuan khususnya dari aspek Arkeologi dan sosial kultural.P

“Perlu dilakukan, karena saat ini sangat minim dan bahkan hampir tidak ditemukan catatan ilmiah mengenai keberadaan Candi Agung Amuntai. Saat ini yang berkembang di masyarakat sekarang adalah cerita dari turun temurun yang sangat sulit untuk dibuktikan kebenarannya,” imbuhnya.

Ia berharap, seminar nasional ini dapat meluruskan sejarah keberadaan Candi Agung Amuntai dan sebagai pengetahuan khususnya bagi masyarakat Kabupaten HSU, maupun Provinsi Kalsel pada umumnya.
Peneliti dari Pusat Riset Arkeologi Lingkungan, Maritim dan Budaya Berkelanjutan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Imam Hindarto menyampaikan Candi Agung dari Aspek Arkeologi.
Sementara, Purnabakti Pengajar Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM membahas mengenai Candi Agung dari Aspek Sosio Kultural.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait