Amuntai, kalselpos.com– Api membakar rumah warga di Desa Pandamaan RT 5, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kamis (02/11) malam kemarin.
Peristiwa kebakaran ini membuat heboh masyarakat sekitar, apalagi api dengan cepat menjalan ke rumah lainnya.
Bangunan rumah yang rata-rata berbahan kayu tersebut, membuat api semakin cepat membesar ditambah dengan angin kencang, meski saat kejadian sedang terjadi hujan deras.
Berdasarkan Informasi yang didapatkan. kebakaran ini masih dekat dengan sumber air, tetapi pemadaman juga terkendala, karena akses menuju lokasi hanya bisa dilewati jalan kaki dan sepeda motor.
Kapolres HSU, AKBP Moch Isharyadi melalui Kasi Humas setempat, AKP Momo Jon Rodox saat dikonfirmasi, Jumat (3/11/23) pagi tadi, menjelaskan, kejadian terjadi sekitar pukul 19.40 Wita. Akibat kejadian ini, api menghanguskan 13 buah bangunan rumah warga, satu sarang walet, dan satu buah kandang ternak kambing.
Petugas dari Polsek Danau Panggang dan Inafis dari Polres HSU telah melaksanakan olah TKP.
Menurut penuturan saksi, api diduga berasal dari rumah korban kebakaran saudari AP. Sebelum kejadian, AP yang merupakan ibu rumah tangga ini sedang memasak kerupuk menggunakan tungku dapur yang menggunakan kayu bakar di dapur.
Dapur tersebut, berseberangan dengan rumah korban. Setelah selesai memasak, korban memadamkan api kayu bakar dan masuk ke dalam rumah.
“Namun, api kayu bakar tidak sepenuhnya padam, sekitar pukul 19.40 Wita, salah seorang saksi yang juga jadi korban, Jarkasi, melihat api sudah membesar menyeberang ke pemukiman warga. Ia berteriak untuk meminta bantuan warga, api yang saat itu sudah membesar kemudian merambat ke rumah warga lainnya,” terang Momo.
Warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, kemudian datang bantuan dari BPK dan tim SAR Damkar Polres HSU.
Meski demikian, pemadaman mengalami kendala, karena lokasi yang tidak dapat ditempuh menggunakan mobil. BPK dan warga menggunakan alat pemadam portable saja, dan terbantu dengan dekatnya sumber air.
“Olah TKP telah dilakukan oleh petugas kepolisian. Menurut keterangan saksi api merambat cepat dikarenakan angin bertiup kencang, serta hujan yang deras. Terlebih, bangunan terbuat dari kayu dan atap seng,” jelasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian diperkirakan mencapai kurang lebih Rp2 miliar.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





