Bupati Kotim Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi

Teks foto: Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor.(Foto: Ist/Diskominfo Kotim)

Sampit, kalselpos.com
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menanggapi konflik sengketa lahan di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, yang sampai merenggut korban jiwa, Senin (11/9). Dia mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan tetap menjaga situasi agar kondusif.

Halikinnor mengaku menyayangkan sengketa lahan kebun sawit dua pengusaha itu melibatkan masyarakat, bahkan menimbulkan satu korban jiwa dan tiga lainnya terluka. Dia meminta semua pihak menahan diri.

Bacaan Lainnya

“Saya prihatin atas kejadian tersebut makanya saya meminta kepada Camat untuk mendampingi Kapolres di sana menenangkan situasi dan saya minta masyarakat kita khususnya jangan ikut terprovokasi dan jangan mudah terprovokasi hal-hal yang memicu konflik,” kata Halikinnor, Selasa (12/9/2023).

Menurutnya, sengketa lahan perkebunan kelapa sawit itu terjadi antara dua orang yang masih bersaudara. Pengusaha dari Medan itu berinvestasi di Kotawaringin Timur.

Halikinnor meminta dan mengimbau kepada warga agar tidak mudah terprovokasi oleh permasalahan seperti ini. Apalagi sengketa ini masih berproses di pengadilan sehingga seharusnya semua menahan diri dan menunggu hasil putusan pengadilan.

Dia juga mendapat informasi bahwa warga yang terlibat dalam kejadian itu bukan masyarakat sekitar, tetapi ada orang dari luar. Untuk itu dia meminta semua ikut menjaga situasi Kotawaringin Timur yang saat ini kondusif.

“Mudah-mudahan yang dari luar kembalilah. Jangan sampai membuat suasana yang sudah aman dan kondusif menjadi tidak kondusif lagi dan itu bisa mengganggu investasi di daerah kita di Kotawaringin Timur. Itu biar ditangani oleh pihak Kepolisian sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku,” pungkas Halikinnor.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait