Warga Trans Desa Siayuh harapkan pembangunan Drainase

Keterangan Fhoto : - Kabid Prasarana dan Penyuluhan Distan Kotabaru, Kadriannur.

KOTABARU, kalselpos.com – Warga transmigrasi yang ada di Desa Siayuh Kecamatan Kelumpang Barat, Kabupaten Kotabaru, sudah 13 tahun mendiami lahan di sana, sejak pembukaan areal tersebut di tahun 2010 hingga sekarang belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru.

Bukan tanpa alasan mereka mengeluhkan hal itu. Pasalnya, lahan yang mereka tanami pohon-pohon sawit sama sekali tak membuahkan hasil bagi perekonomian mereka. Sebabnya, areal seluas ratusan hektar milik warga yang mayoritas adalah di huni oleh suku Jawa sama sekali tak produktif karena tergenang oleh air.

Bacaan Lainnya

Sementara untuk menggantungkan hidup sehari-hari sebagian dari warga harus bekerja disalah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit.

“Ya mau bagaimana lagi, lahan-lahan kami yang sejatinya bisa dijadikan sumber pendapatan ekonomi namun sama sekali tak membuahkan hasil karena tergenang oleh air,” ungkap Santoso, saat diwawancarai oleh Kalselpos.com beberapa waktu lalu.

Bahkan, ia mengatakan, ada pohon sawit yang sudah ditanam selama 7 tahun namun tak mau tinggi karena tanahnya tergenang air, dan itu menjadi perhatian serius masyarakat trans Siayuh.

“Harapan kami hanya satu yakni, ada pembuatan drainase di lahan-lahan kami, sehingga saat air datang tidak tergenang. Musim kemarau seperti sekarang saja tergenang, bisa kita bayangkan kalau musim penghujan tiba. Maka lebih parah lagi,” imbuhnya.

Kepala Desa Siayuh, Suwarno menjelaskan, bahwa yang menjadi persoalan utama masyarakatnya adalah tidak adanya drainase dilahan-lahan perkebunan sawit milik warga sehingga hal itu menjadi perhatian besar.

“Kalau kita perkirakan panjang drainase yang mesti dibangun sekitar 4 kilometer, karena ada 2 titik yang menjadi skala prioritasnya, utamanya di lahan warga yang ditanami pohon sawit,” katanya.

Ia sendiri sebagai Kades sudah pernah mengajukan permohonan kepada instansi terkait akan ihwal tersebut. Hanya saja hingga tahun 2023 sekarang belum juga ada realisasinya.

“Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) pun sudah pernah disampaikan, namun lagi-lagi tidak ada realisasinya,” sesalnya.

Harapannya, ada pembuatan drainase yang membantu para petani di Desa Siayuh, sehingga kedepan dapat membantu perekonomian.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kotabaru melalui Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan, Kadriannur, yang ditemui saat melakukan peninjauan dilahan trans Siayuh menyampaikan, akan segera melakukan koordinasi ke beberapa pihak, baik tingkat kecamatan maupun perusahaan yang beraktifitas tak jauh dari masyarakat sehingga diharapkan ada bantuan bagi lahan-lahan masyarakat.

“Yang jelas kami dari dinas akan berupaya untuk mengkoordinasikannya, mudah-mudahan harapan masyarakat dapat terpenuhi sebagaimana harapan. Memang setelah kami melakukan peninjauan secara langsung, lahan-lahan mereka tergenang air dan itu mesti mendapatkan perhatian,” tuturnya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait