Banjarmasin, kalselpos.com– Viralnya aksi kekerasan berujung insiden berdarah di lingkungan sekolah menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak khususnya institusi pendidikan. Oleh karena itu upaya yang dilakukan diantaranya mengantisipasi dan melakukan pemberian edukasi akhlak dan adab serta menonjolkan sikap kearifan lokal baik sikap dan perkataan terutama ketika bersosialisasi bagi pelajar atau peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Kalsel, Muhammadun menyampaikan, semua itu harus pula didorong dukungan penuh dari setiap orang tua (wali murid) agar bisa meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap perkembangan perilaku, mentalitas dan budi pekertinya.
“Kami langsung menerapkan kurikulum baru berlandaskan etika dan sopan santun, ” Kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Kalsel, Muhammadun.
Disamping itu ia telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) baik SMA dan SMK termasuk kepada staf jajarannya berharap kejadian kekerasan sesama pelajar jangan sampai terulang, selain itu secara pribadi maupun kelembagaan tentu menyayangkan cepatnya peredaran video itu melalui medsos.
“Motifnya karena saling ejek, kami berharap adanya pendewasaan dan kesadaran peserta didik sebab semua pada akhirnya dirugikan, ” harapnya.
Senada Ketua Komisi IV DPRD Kalsel,Lutfi Saifuddin menegaskan agar masyarakat segera menghentikan penyebaran video kekerasan itu karena bisa memberikan dampak buruk bagi siswa-siswi lain.
“Kami meminta agar hal ini bisa diredam jangan disebarluaskan lagi karena institusi pendidikan di tempat kita sedang mendapat sorotan serius saat ini yang terpenting mengembalikan kenyamanan dan rasa aman di seluruh lingkungan sekolah. Komisi IV akan tindak lanjuti ke Cyber Crime Polda Kalsel dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPID) agar di perhatian secara serius agar tidak ada lagi penyebarluasan di medsos, ” tukasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





