Puruk Cahu, kalselpos.com – Rusaknya sebagian lapangan Ir. Willy M Yoseph (WMY) yang diakibatkan aktivitas alat berat yang melewatinya saat akan membangun panggung untuk pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Murung Raya (Mura) langsung mendapat reaksi dari pengurus Askab PSSI Mura.
Wakil Ketua Askab PSSI Mura, Trisno didampingi Sekjen Reno, S.Kom, M.I.Kom pada saat konferensi Pers di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mura di Puruk Cahu, (21/7/2023) mengatakan kondisi Lapangan WMY pada 2 tahun terakhir sudah diperbaiki dan sudah layak digunakan untuk kegiatan sepak bola, jadi sangat disayangkan apabila pihak panitia mengabaikan terkait dengan kondisi lapangan yang sudah diperbaiki.
“Kami melihat pada pagi hari ini ada aktivitas yang dilakukan oleh pihak penyelenggara dengan memobilisasi peralatan untuk membangun panggung dengan kendaraan alat berat yang masuk ke lapangan dan sempat merusak beberapa sisi lapangan, sehingga kami saat ini langsung bereaksi dan mengingatkan kepada pihak panitia untuk lebih bijaksana dalam melakukan aktivitas di stadion,” terangnya.
“Kami berharap kegiatan yang dilakukan panitia jangan sampai merusak kondisi lapangan yang sudah kami perbaiki selama ini. dan memang untuk lapangan sendiri saat ini secara resmi merupakan hak dan tanggung jawab Askab PSSI Mura, karena kami sudah mendapatkan SK dari Bupati terkait pengelolaannya sehingga kami sangat fokus dan sangat intens dalam mengelola lapangan tersebut,” tambah Trisno.
Karena menurutnya hal tersebut merupakan amanah yang sudah diberikan Pemerintah Daerah Mura kepada pihaknya untuk bisa menjaga dan memelihara lapangan sehingga sangat disayangkan apabila ada pihak-pihak yang kurang memperhatikan itu dan mengakibatkan kerusakan lapangan.
Kemudian setelah menyampaikan keluhan tersebut memang dari pihak panitia langsung bergerak cepat untuk melakukan perbaikan di beberapa titik lapangan sepak bola yang rusak, dan tentu Askab PSSI Mura menyampaikan terima kasih karena ini merupakan langkah antisipasi dari pihak panitia sehingga bisa lebih bijak dalam menggunakan lapangan tersebut.
“Harapan kami panitia bisa menggunakan konsep lain dengan tidak menggunakan lapangan untuk mobilisasi alat berat dan sebagainya. Dan kami juga berharap pasca kegiatan lapangan sepak bola jangan langsung ditinggalkan, sebaiknya ada perbaikan dan pembersihan dari pihak penyelenggara karena Stadion Willy M Yoseph itu merupakan stadion kebanggaan warga Murung Raya,” bebernya.
“Dimana dalam beberapa kali kami melaksanakan even yang dihadiri pihak luar Kabupaten Murung Raya, mereka semua memuji megahnya Stadion Willy M Yoseph sehingga sangat disayangkan apabila kita tidak memperhatikan kondisi stadion kebanggaan tersebut,” ungkapnya.
Sementara, Sekretaris Askab PSSI Mura, Reno mengatakan bahwa panitia HUT Mura dalam suratnya menyampaikan hanya izin mencabut tiang gawang saja, kemudian kami juga sampaikan kepada pihak panitia untuk tidak memasukkan atau tidak menjadikan lapangan sebagai jalur lintasan kendaraan alat berat, karena dipastikan akan rusak dan ternyata diabaikan.
Kemudian terkait persiapan dan latihan PSSI askab Mura untuk mengikuti Porprov yang akan dilaksanakan di Sampit untuk sementara dihentikan, karena lapangan akan digunakan untuk HUT Mura.
“Jadi mulai hari ini para atlet berlatih mandiri di rumah masing-masing,” jelas Reno.
Kemudian Ketua HUT ke-21 Mura yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mura, Paulus Manginte ketika dihubungi mengatakan pihaknya sudah menerima protes dari Askab PSSI dan langsung melakukan peninjauan lapangan untuk merapikan kembali kerusakan yang sudah dilakukan pihak panitia.
“Saya sudah di lapangan dan kita juga sudah lakukan perbaikan atau merapikan kembali kerusakan yang terjadi oleh truk. Selanjutnya pasca kegiatan kita akan rapikan. Mohon maaf kepada Askab PSSI atas kejadian tersebut,” ujar Paulus.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





