Kotabaru, kalselpos.com – Pagi tampak ramai orang-orang berada di Lapas Kotabaru. Rupanya mereka sedang berkunjung sekaligus belajar budidaya hidroponik.
Puluhan orang yang belajar budidaya hidroponik ini adalah keluarga dari Narapidana yang kebetulan sedang mengunjungi keluarganya yang saat ini sedang menjalani pembinaan di Lapas Kotabaru atau yang kerap disebut sebagai Kampus Biru Saijaan.
Tampak dari orang dewasa sampai anak-anak sangat antusias berkeliling melihat dan belajar di Sarana Asimilasi dan Edukasi budidaya Hidroponik yang ada di Kampus Biru Saijaan. Mulai dari selada, pakcoy, dan tanaman lain yang ditanam dengan media hidroponik tampak menghiasi sudut-sudut Lapas Kotabaru.
Rupanya ini adalah terobosan program terbaru yang diluncurkan oleh Kepala Lapas Kotabaru, Yosef Benyamin Yembise. Yosef mengatakan program ini adalah salah satu metode yang digunakan untuk memperkenalkan Lapas Kotabaru, Kampus Biru Saijaan kepada masyarakat luar.
“Hari ini kita mulai luncurkan program terbaru semacam studi sosial, yang mana para Narapidana yang sebelumnya sudah kami bekali dengan pembinaan kemandirian seperti budidaya hidropinik ini, mereka mengajarkan ilmu yang mereka dapat kepada masyarakat luar yang berkunjung ke Lapas Kotabaru.” Ucap Yosef.
Yatmi salah seorang pengunjung yang turut belajar dari narapidana tentang cara menanam tanaman hidroponik mengatakan bahwa dirinya sangat bangga dengan program edukasi yang dilaksanakan diLapas Kotabaru ini. Dirinya berharap agar program ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan ke depannya agar Lapas dapat menjadi tempat belajar bukan hanya kepada narapidana tetapi juga kepada masayarakat
Adapun Narapidana yang memberikan pengenalan bagaimana melakukan budidaya menggunakan metode hidroponik ini sudah mendapatkan pelatihan bersertifikat yang diberikan oleh Lapas Kotabaru bekerja sama dengan BLK Kotabaru.
“Kami harapkan anak-anak kami disini mampu mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat kepada khalayak luas. Sebagaimana yang sering saya katakan kepada mereka bahwa kemarin kalian (Warga Binaan) belajar, hari ini kalian mengajar, agar besok dapat berperan aktif terhadap pembangunan” Lanjut Yosef.
“Ini juga sebagai metode pengenalan kami kepada masyarakat bahwa Lapas bukanlah tempat yang seram. Di Kampus Biru Saijaan ini mereka dibina agar kelak menjadi insan yang lebih baik lagi ketika mereka bebas nanti,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





