BANJARMASIN, kalselpos.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mengungkapkan terjadinya peningkatan Kasus Demam berdarah dengue (DBD) di kota itu.
Peningkatan ini untuk bulan juni tadi tercatat ada 64 kasus DBD selama enam bulan terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan mengatakan, tingginya kasus dari virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti ke manusia itu, disebabkan faktor cuaca pancaroba saat ini.
“Sekarang sudah 64 kasus dan memang di bulan Juni kemarin kenaikan terjadi secara signifikan,” ujar Ramadhan, saat di wawancarai beberapa hari yang lalu.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari 64 kasus DBD itu tiga pasien diantaranya telah meninggal dunia.
Sedangkan untuk kasus DBD terbanyak selama setengah tahun ini, berada di wilayah Kelurahan Sungai Andai karena audah tercatat ada 10 pasien dari wilayah tersebut.
“Makanya untuk gerakan Hari ADD ASEAN kemarin kita laksanakan di wilayah sana,” ujarnya.
Menurutnya, jika dibandingkan tahun 2022 lalu, angka kasus DBD saat ini jauh lebih tinggi. Mengingat tahun lalu datanya hanya 62 kasus saja.
“Sangat beda jauh, untuk itu perlu waspada bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Untuk itu, ia terus mengingatkan dan mengedukasi masyarakat untuk terus menerapkan 5M guna menanggulangi pertumbuhan jentik-jentik dari nyamuk Aedes Aegypti.
“Jika ada kejadian segera kita lakukan penyelidikan etimologi dan kalau benar positif kita lakukan fogging,” tandasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





