Sampit,kalselpos.com –
Guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) dan pelaku olahraga di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dibekali pengetahuan cara membuat karya tulis.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terhadap guru PJOK dan pelaku olahraga karena dinilai untuk membantu mereka memenuhi kewajiban administrasi dalam pelaksanaan tugas.
Dalam pelaksanaannya Dispora kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng narasumber dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan instansi lainnya.
“Pelatihan ini merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan kompetensi guru PJOK dan pelaku olahraga dalam edukasi penulisan karya tulis,” ujar Kepala Dispora Kotim, Wim RK Benung, Selasa (13/6/2023).
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 tahun 2023 tentang Keolahragaan, bahwa olahraga adalah segala kegiatan yang melibatkan pikiran, raga, dan jiwa secara terintegrasi dan sistematis untuk mendorong, membina, serta mengembangkan potensi jasmani, rohani, sosial dan budaya.
Pelatihan ini untuk menciptakan guru olahraga dan pelaku olahraga yang handal dan profesional diperlukan tidak hanya mahir dalam praktik, tetapi juga mampu memberikan pemikiran dan menciptakan sebuah karya pemikiran untuk perkembangan olahraga di Kotawaringin Timur demi mewujudkan pembangunan olahraga.
Melalui pelatihan ini diharapkan peserta memiliki kemampuan pembuatan karya tulis yang bermanfaat untuk diri sendiri dan juga untuk orang lain. Narasumber yang dihadirkan adalah orang-orang yang ahli di bidang penulisan.
“Pelatihan ini bagian dari upaya kami dalam membantu pembinaan guru olahraga. Kita akan terus berupaya membantu,” kata Wim.
Kegiatan ini disambut positif peserta karena dinilai bermanfaat, khususnya bagi guru PJOK. Mereka mengapresiasi inisiatif Dispora dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
Rencananya Dispora akan kembali menggelar pelatihan bagi insan olahraga terkait penyelamatan pertama dalam olahraga. Kegiatan ini ditujukan kepada atlet, pelatih, guru olahraga dan insan olahraga lainnya.
Menurut Wim, sudah terjadi beberapa kali kejadian di daerah ini jatuh korban saat berolahraga. Dia menilai, sangat penting pengetahuan pertolongan pertama agar korban sempat diselamatkan.
“Khususnya olahraga bulutangkis yang sering jatuh korban. Pegawai Dispora saja sudah ada dua orang. Makanya sangat penting bagi kita semua tahu bagaimana cara pertolongan pertama sehingga korban sempat diselamatkan,” pungkas Wim.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





