BANJARMASIN, kalselpos.com – Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin HM Faisal Hariyadi menilai, fasilitas perpustakaan yang ada di kota itu masih sangat minim.
Padahal upaya meningkatkan minat dan baca bagi warga terus gencar dilakukan.
“Namun sarana dan prasarana yang disediakan masih belum maksimal. Baik itu gedung atau tempatnya, maupun koleksi bukunya,” ujar H Faisal Hariyadi, usai rapat finalisasi Raperda Literasi, Senin (12/6).
Pihaknya ingin, budaya literasi ini menjadi perhatian khusu bagi pemerintah kota (Pemko) Banjarmasin, terutamanya dalam peningkatan fasilitas termasuk pojok baca.
“Perpustakaan yang ada tempatnya sudah tak representatif, termasuk perbendaharaan buku baca jauh dari kata mapan,” ketusnya.
Faisal mengaku siap mendukung dan mendorong Pemko Banjarmasin di tahun-tahun berikutnya untuk melakukan pembenahan perpustakaan, agar minat baca di Banjarmasin semakin meningkat.
“Dengan adanya regulasi tentang literasi, seluruh instansi atau SKPD dapat menyediakan pojok baca, hingga ke kawasan publik,” pintanya.
Disisi lain, perusahaan atau pelaku usaha melalui CSR nya ikut memberikan support budaya literasi.
Kendati bebernya, pengembangan budaya literasi ini menjadi leading sektor Dinas Pendidikan dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Banjarmasin.
“Sebab, target utama kita adalah pengembangan perpustakaan di sekolah-sekolah,” tutupnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





