Terdeteksi ada 13 Kasus Campak di Banjarbaru, Dinkes Pastikan Pasien Sembuh

Ilustrasi penyakit campak.(net)

Banjarbaru,kalselpos.com– Kasus campak di Banjarbaru terdeteksi sebanyak 13 orang.

Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin kepada awak media usai kegiatan donor daran dan khitanan di RSD Idaman Banjarbaru pada Kamis (11/5) siang memastikan bahwa Pemko Banjarbaru tak akan mengumumkan kasus luar biasa (KLB) campak.

Bacaan Lainnya

 

“Belum masuk (KLB), dari dinas terkait yaitu Dinas Kesehatan (Dinkes) akan melakukan pemantauan dan pengawasan, mudah-mudahan (campak) bisa ditekan baik melalui imunisasi maupun pemeriksaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Banjarbaru, dr. Juhai Triyanti Agustina mengakui, kendati hasil pemeriksaan sampel baru dirilis, pasien yang dinyatakan positif campak berdasarkan hasil pemeriksaan darah, telah dinyatakan sembuh.

 

Pasalnya, pengiriman serta pengujian sampel darah sebanyak 89 sampel yang dikirimkan Dinkes Banjarbaru, memerlukan waktu yang tak sebentar.

“Pemeriksaan hasil darahnya perlu waktu dan baru saja dikonfirmasi. Padahal (pasien) yang bersangkutan telah sembuh. Sebenarnya pasien yang telah sembuh, sudah diobati,” jelasnya.

Sementara itu, untuk imunisasi campak dengan target sasaran anak usia balita, Juhai memastikan akan tetap gencar dilaksanakan.

“Kita tetap melaksanakan imunisasi, selain edukasi dan promosi kesehatan,” sebutnya.

Juhai menerangkan, penyakit campak bisa berbahaya, jika disertai penyakit komplikasi lainnya. Yang berakibat pada mata hingga saluran pencernaan.

Dirinya juga mengimbau masyarakat Banjarbaru, untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan. Serta mengedepankan pola hidup bersih dan sehat.

“Masyarakat harus lebih menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat,” tuntas Juhai.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait