Kasihan, SDN di HST terpaksa laksanakan peringatan Hardiknas di tengah ‘Kepungan banjir’

[]istimewa 'DI KEPUNG BANJIR' - Anak - anak SDN Tabat I, khususnya petugas upacara pengibar bendera, yang terpaksa mengunakan jukung (perahu kecil tak bermesin,red), untuk mengibarkan sang saka Merah Putih, terkait prosesi Hardiknas, Selasa (2/5/23) lalu, di tengah kepungan air banjir.

Barabai,kalselpos.com – Kasihan. Kalimat ini tiba – tiba saja muncul di benak penulis, saat menyaksikan foto anak – anak SDN I Tabat, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kecamatan Hulu Sungai Tengah (HST), melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023, pada Selasa (2/5/23) lalu, di tengah ‘kepungan air banjir’.

Meski demikian, anak – anak, khususnya petugas upacara pengibar bendera, tetap semangat, walaupun mereka terpaksa mengunakan jukung (perahu kecil tak bermesin,red), untuk mengibarkan sang saka Merah Putih, terkait prosesi Hardiknas.

Bacaan Lainnya

Sementara, peserta upacara, rela berbaris di selasar teras bangunan SDN.

Kondisi sendiri, diduga nyaris tak tersentuh atau ‘luput’ dari perhatian Pemkab HST, termasuk pimpinan daerah, hingga upacara Hardiknas di SDN tersebut berakhir.

Salfia Riduan, salah seorang anggota DPRD Kabupaten HST, yang dikonfirmasi kalselpos.com, Rabu (3/5/23) pagi, membenarkan keadaan tersebut.

“Ya, itu upacara peringatan Hardiknas itu dilaksanakan oleh anak – anak SDN I Tabat, Kecamatan LAU,” jelasnya singkat.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait