Manfaatkan ‘Titik Buta’ CCTV, 6 tahanan berhasil Kabur dari Polres Tapin

[]istimewa 'TITIK BUTA' - Petugas saat menunjukkan 'titik buta' CCTV di Rutan Polres Tapin, serta enam tahanan yang kabur.

Rantau, kalselpos.com – Enam tersangka kasus narkotika kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Polres Tapin di hari lebaran, dan kini masih diburu tim gabungan.

Hal itu disampaikan Kapolres Tapin, AKBP Sugeng Priyanto kepada sejumlah awak media, Senin (24/4/2023) siang, di Rantau.

Bacaan Lainnya

“Kita terjunkan empat tim, untuk melakukan pengejaran, “ujarnya.

Dijelaskan, ke enam tahanan itu kabur, pada Minggu (24/4/2023) subuh kemarin, sekitar pukul 04.10 Wita, dengan menjebol langit – langit, di ‘titik buta’ CCTV, sebelum keluar melalui gudang logistik.

“Enam tahanan kabur menjebol plafon rutan di ‘titik buta’ CCTV, lalu keluar melalui gudang logistik, “paparnya

Diakuinya, kondisi langit-langit Rutan memang belum dilapisi besi pengaman dan kurang layak. Hilangnya, para tahanan itu baru diketahui oleh anggota pada pukul 05.00 Wita.

Hari itu, terang AKBP Sugeng Priyanto, total tahanan ada 28, sedangkan yang kabur ada enam orang dan semuanya adalah kasus Narkoba, dua di antaranya titipan tahanan dari Kejaksaan dan empat lainnya masih dalam proses penyidikan.

Terkait apakah ada potensi lari ke luar Pulau, pihaknya mengakui semua akses sudah ditutup.

“Semua peluang kita tutup. Jadi, tidak ada peluang untuk melarikan diri,” pungkasnya.

Berikut identitas tahanan yang kabur,
Riduan (53) asal Desa Pingaram, Martapura, Irfendi (34), alamat Desa Kumbang, Kabupaten, Kabupaten Banjar, Suriansyah (37) asal Desa Malutu, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Muhyar (36) asal Desa Tatakan, Kabupaten Tapin, Taufik (51) asal Desa Pemantang Karangan Kabupaten Tapin serta Syarifudin (45) asal Banua Anyar, Kabupaten Banjar.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait