Lima Pelaku Pengeroyokan dan Penusukan ‘Penegur’ Bagarakan Sahur Diamankan

- Lima pelaku saat diamankan petugas, Senin (10/4/2023). (Hafiz/ kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Polresta Banjarmasin bekerjasama Polsek Banjarmasin Timur berhasil mengungkap pelaku pengeroyokan dan pembacokan yang terjadi di kawasan Jalan Pangeran Hidayatullah Kelurahan Banua Anyar Kecamatan Banjarmasin Timur yang terjadi Minggu (9/4/2023) dini hari tadi.

Polisi mengidentifikasi pelaku ada lima remaja, yakni EW (21), MI (20), JF (16), FA (16) dan YF (18) yang terlibat dalam pengeroyokan terhadap korban berinisial T warga Kelurahan Banua Anyar.

Bacaan Lainnya

Setelah sebelumnya berhasil meringkus empat pelaku yakni EW (21), MI (20), JF (16), FA (16) di beberapa lokasi berbeda, polisi akhirnya juga berhasil mengamankan satu pelaku terakhir, YF.

Berhasil diamankan kelima pelaku tersebut tak lepas dari buah pendekatan yang dilakukan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana A Martosumito dan Kapolsek Banjarmasin Timur Kompol M Taufiq Qurahman kepada keluarga korban.

“Kita lakukan pendekatan kepada keluarga untuk membantu membujuk pelaku agar segera menyerahkan diri,” ucap Sabana, Senin (10/4).

Didampingi Kapolsek Banjarmasin Timur, Kapolres pun memimpin langsung penjemputan terhadap pelaku terakhir di rumahnya di kawasan Veteran Banjarmasin.

Setelah itu pelaku kemudian di bawa ke Mapolsek Banjarmasin Timur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Lebih lanjut, Kapolresta menyebut selain harus bertindak tegas dalam setiap mengungkapkan kasus, pihaknya pun tak boleh mengabaikan upaya-upaya persuasif dan humanis dalam pendekatan kepada pelaku maupun keluarganya. Sehingga setiap kasus yang ditangani dapat terselesaikan secara efektif.

“Ini sesuai arahan bapak Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi yang meminta jajaran untuk selalu bersikap humanis,” jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Banjarmasin Timur, Kompol M Taufiq Qurahman menjelaskan, motif dari pengeroyokan terhadap korban adalah ketersinggungan dari korban yang merasa terganggu dengan acara begarakan sahur keliling oleh para pelaku.

Korban yang merasa terganggu dengan kebisingan begarakan sahur lantas menegur para pelaku hingga terjadilah kejadian tersebut.

“Masalah komunikasi ketersinggungan saat begarakan sahur keliling,” pungkasnya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait