Bupati Meranti yang pernah sebut pegawai Kemenkeu isinya Setan, di OTT KPK

Arsip - Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil (kanan) saat menerima penghargaan Universal Health Coverage yang diserahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta, Selasa (14/3/2023). (Antara/kalselpos.com)

Jakarta kalselpos.com – Bupati Meranti Muhammad Adil ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, pada Kamis (6/4/2023) malam.

“Benar, tadi malam tim KPK berhasil lakukan tindakan tangkap tangan terhadap beberapa pihak yang sedang melakukan korupsi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Jakarta, Jumat.

Bacaan Lainnya

Ali menjelaskan ada beberapa orang yang terjaring dalam OTT tersebut, salah satunya adalah Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil.

“Beberapa pihak sudah ditangkap, di antaranya bupati,” tambahnya.

Dia mengatakan KPK saat ini masih mengumpulkan berbagai keterangan dan alat bukti terkait penangkapan tersebut.

Lebih lanjut Ali mengungkapkan ada puluhan pejabat yang terjaring OTT tersebut.

“Sejauh ini puluhan orang pejabat strategis di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti yang ditangkap KPK dan juga ada pihak swasta,” kata Ali.

Selanjutnya, KPK akan membawa semua pihak yang terjaring OTT tersebut ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Informasi sementara, dijadwalkan dari TKP sekitar pukul 10.00 WIB,” ujar Ali Fikri.

Tertangkapnya Bupati Meranti Muhammad Adil menyita perhatian masyarakat, sehingga publik ingin mengetahui sepak terjangnya selama ini.

Muhammad Adil merupakan asli putra daerah setempat,
lahir Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau pada 18 April 1972.

Sebelum menjadi Bupati Kepulauan Meranti periode 2021-2024, Adil adalah anggota DPRD Provinsi Riau selama dua yakni periode 2014-2019 bersama Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan 2019-2024 bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Namun pada periode kedua, Adil hanya menjabat selama satu tahun sebagai anggota DPRD Provinsi Riau karena ia mencalonkan diri dan terpilih menjadi Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti periode 2021-2024.

Selain menjadi politikus, alumnus Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, ini juga aktif berorganisasi yakni sebagai Ketua DPW Pujakesuma Provinsi Riau 2017-2022.

Adil juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum FORKI Kabupaten Kepulauan Meranti 2010-2014.

Adil juga pernah mencalonkan diri sebagai kepala desa namun gagal. Dia akhirnya sukses menjadi anggota dewan, yang mengawali kariernya di DPRD lalu menanjak menjadi Bupati Meranti saat ini.

Selain itu, nama Adil sempat mencuat ketika ia mengeluarkan pernyataan dan menyebut pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai iblis atau setan dalam rapat koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah se-Indonesia di Pekanbaru, 8 Desember 2022. Adil menilai Kemenkeu telah mengeruk keuntungan dari eksploitasi minyak di daerah yang dia pimpin.

Dia menyatakan kecewa kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Lucky Alfirman yang hadir. Pada sesi tanya jawab, Adil mempertanyakan ihwal Dana Bagi Hasil minyak di Kepulauan Meranti kepada Kemendagri dan Kemenkeu.

“Ini orang keuangan isinya iblis atau setan. Jangan diambil lagi minyak di Meranti itu. Gak apa-apa, kami juga masih bisa makan. Daripada uang kami dihisap oleh pusat,” ujar Adil dalam sebuah video berdurasi 1 menit 55 detik beredar di media sosial.

Menurut Adil, wilayah yang dia pimpin adalah daerah miskin yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah pusat. Ia juga mengeluhkan pemerintah daerah yang tak bisa leluasa bergerak membangun di daerah dan memperbaiki hajat hidup orang banyak karena sumber daya alamnya disedot oleh pemerintah pusat.

“Bagaimana kami mau membangun rumah, bagaimana kami mengangkat orang miskin, nelayannya, petaninya, buruhnya” kata Adil.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait