Hanya disebabkan ‘Sebatang rokok’, Pria 22 tahun tega Aniaya anak di bawah Umur

[]hafidz DIMINTAI KETERANGAN - Polisi saat meminta keterangan kepada W alias Odol, tersangka pelaku penganiayaan anak di bawah umur di Mapolsek Banjarmasin Utara, Selasa (7/3/23) siang, di Banjarmasin.

Banjarmasin, kalselpos.com – Hanya karena persoalan ‘sebatang rokok’, seorang pemuda berinisial W alias Odol (22), warga Jalan Padat Karya, Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, harus mendekam dalam tahanan polisi.

Peristiwa sendiri, terjadi pada Selasa (28/02/2023) lalu, tepatnya di Jalan Kruing, Sungai andai, Banjarmasin Utara.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Banjarmasin Utara, Kompol Agus Sugianto melalui Wakapolsek setempat, AKP Sahri mengatakan, kejadian bermula saat tersangka Odol dan korban AZ (16), yang masih di bawah umur sedang duduk bersama teman-temannya di lokasi kejadian.

“Saat itu, korban AZ coba meminta sebatang rokok kepada Odol. Anehnya, setelah rokok diberikan, seketika itu juga terjadilah pemukulan terhadap korban, ” terang Wakapolsek.

Gara – garanya, saat pelaku memberikan sebatang rokok itu, korban AZ justru melontarkan kata-kata yang membuat Odol tersinggung, sehingga membuatnya ‘naik pitam’, dan melakukan pemukulan sebanyak tiga kali, di antaranya mengenai belakang leher.

“Setelah tiga kali pukulan itu, korban AZ sontak kejang-kejang, hingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk diberikan pertolongan, ” ucap AKP Sahri.

Menurut pengakuan pelaku, saat kejadian tersebut, dirinya sedang dalam keadaan mabuk miras oplosan, hingga membuatnya ‘naik pitam’, karena perkataan korban yang membuatnya sakit hati.

“Dari pengakuannya, ia sakit hati karena perkataan korban, hingga melakukan pemukulan tersebut, ditambah pelaku Odol saat itu, juga sedang dalam kondisi mabuk alkohol oplosan, ” bebernya.

Penangkapan Odol sendiri, dilakukan di rumahnya, pada Jumat 3 Maret lalu, usai kasus tersebut dilaporan ke polisi, pada Rabu 1 Maret 2023.

Atas ulahnya, tersangka terancam hukuman 6 tahun penjara.

Sementara itu, W alias Odol mengaku, saat kejadian ia memang dalam keadaan pengaruh miras oplosan, hingga tersinggung dengan perkataan korban AZ.

“Saat itu korban mengatakan, “Untuk beli rokok saja, kok ngutang”. Mendengar perkataan korban itulah, yang membuat saya emosi dan memukulinya sebanyak tiga kali, ” ucap Odol.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait