KOTABARU, Kalselpos.com – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kotabaru melalui Balai Latihan Kerja (BLK) setempat membuka Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi Bagi Pencari Kerja Dana APBD Tahun Anggaran 2023.
Pembukaan tersebut bertempat di Aula UPTD BLK Kotabaru, Senin (13/2) siang yang dihadiri oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kotabaru, Asisten II Sekda, Ketua DPRD dan Plt Kepala Balai Latihan Kerja serta peserta pelatihan.
Dalam laporannya Plt Kepala Balai Latihan Kerja Kotabaru Pebriyanta Sitepu, SP menyampaikan, tujuan pelatihan ini memberikan bekal ketrampilan kerja berbasis kompetensi kepada pencari kerja, sehingga menjadi calon tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing dipasar kerja.
“Kegiatan ini dilangsungkan selama kurang lebih 1 bulan dengan metode pelatihan, 25 persen teori dikelas dan 75 persen praktek di workshop kejuruan masing-masing,” ujarnya.
Sedangkan untuk materi pelatihan lanjutnya, dari kejuruan umum yakni Pembinaan mental, dan disiplin dari Kodim 1004/Ktb, Pengetahuan ketenagakerjaan dari Disnakertrans, dan Materi pengetahuan tentang dunia kerja diperusahaan yang nantinya akan diberikan oleh beberapa perusahaan yang ada di Kotabaru.
Sementara, untuk pembiayaan pelaksanaan pelatihan dibiayai dari daerah menggunakan dana APBD Kabupaten Kotabaru tahun anggaran 2023.
“Pada tahun 2023 ini kami mendapatkan anggaran dana APBN Kemnaker untuk melatih para pencari kerja sebanyak 12 paket kejuruan, yang terdiri dari Komputer Administrasi 5 kelas sebanyak 80 orang, Teknik Pengelasan 2 kelas 32 orang, Teknik Listrik 1 kelas 16 orang, Teknik Otomotif 2 kelas 32 orang, dan Tata Boga 2 kelas sebanyak 32 orang yang pelaksanaan pelatihannya akan dilaksanakan pada bulan Mei 2023 mendatang,” ucap Pebri sebutan akrab Plt BLK ini.
Lebih jauh diungkapkannya pula bahwa, asal peserta pelatihan berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kotabaru, dan bagi peserta yang berasal dari luar Kecamatan Pulau Laut Utara dan Pulau Laut Sigam, mereka difasilitasi tinggal di Asrama BLK.
Kemudian, jumlah target peserta pelatihan dari dana APBD untuk tahun 2023 sebanyak 112 orang terdiri dari kejuruan pelatihan, Teknis Las 16 orang, Teknik Listrik 16 orang, Teknik Otomotif 16 orang, Komputer Administrasi 32 orang, Garmen Apparel/Menjahit Pakaian 32 orang.
“Sebenarnya jumlah peserta pelatihan yang mendaftar ini banyak berhubung kuotanya terbatas berkaitan dengan anggaran yang disediakan oleh Pemkab Kotabaru, dengan sangat terpaksa kami menutup pendaftaran pelatihan lebih awal. Selama mengikuti pelatihan peserta akan mendapatkan fasilitas bahan teori, bahan praktek, pakaian kerja, pakaian olah raga, makan siang 1 kali selama mengikuti pelatihan,” jelasnya.
Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kotabaru Sugian Noor, SH,M.Si,M.Hum dalam sambutannya mengatakan, permasalahan ketenagakerjaan di Kabupaten Kotabaru saat ini adalah masih banyaknya jumlah angka pengangguran, sementara lowongan kerja yang tersedia juga sangat terbatas.
Oleh sebab itu kebijakan Pemerintah melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi adalah melakukan dan membuka pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan skill para pencari kerja yang terdaftar di Disnakertrans Kotabaru dalam berbagai bidang sesuai kompetensi yang dibutuhkan.
“Pelatihan-pelatihan tersebut disamping dibiayai oleh Pemerintah Daerah melalui APBD juga melalui APBN Kementerian Ketenagakerjaan dan kami berharap adanya kepedulian dan keiikutsertaan perusahaan/investor yang ada di Kotabaru ini untuk melakukan pelatihan-pelatihan tersebut baik menggunakan dana CSR maupun memanfaatkan fasilitas yang diberikan Pemerintah melalui Program Super Tax Deduction,” ucap Kadis Disnakertrans.
“Seperti pelatihan operator alat berat yang banyak dibutuhkan perusahaan, Pemerintah Daerah tidak sanggup untuk membiayai karena dananya cukup besar sekitar 350 juta per paket/20 orang, tapi ini bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan PT. Arutmin NPLC
Seperti pelatihan operator alat berat yang banyak dibutuhkan perusahaan, Pemerintah Daerah tidak sanggup untuk membiayai karena dananya cukup besar sekitar 350 juta per paket/20 orang, tapi ini bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan PT. Arutmin NPLCT tahun 2019 lalu sebagian besar alumninya sudah bekerja di beberapa perusahaan baik di Kotabaru, Tanah Bumbu bahkan ada yang bekerja di Kaltim,” terangnya pula.
Seperti pelatihan operator alat berat yang banyak dibutuhkan perusahaan, Pemerintah Daerah tidak sanggup untuk membiayai karena dananya cukup besar sekitar 350 juta per paket/20 orang, tapi ini bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan PT. Arutmin NPLCT tahun 2019 lalu sebagian besar alumninya sudah bekerja di beberapa perusahaan baik di Kotabaru, Tanah Bumbu bahkan ada yang bekerja di Kaltim,” terangnya pula.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





