Banjarmasin, kalselpos.com – Terkait viralnya dugaan pelecehan seksual yang dialami seorang mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), usai unggahannya menjadi buah buah bibir warganet di media sosial (medsos).
Terlebih peristiwa dugaan ‘memalukan’ tersebut, terjadi saat ULM, kini dipimpin Rektor, Prof Dr Ahmad Alim Bachri.
Menanggapi hal tersebut, Kasatgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) ULM, Dr Lena Hanafiah mengatakan, untuk kasus dugaan pelecehan tersebut sementara ini yang bersangkutan atau korban, belum ada datang untuk melaporkan resmi.
“Kami dari Satgas PPKS menghimbau agar yang bersangkutan segera melapor ke satgas, agar dapat menindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku, terutama Permendikbud Nomot 30/2021 tentang Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual
di Lingkungan Perguruan Tinggi,” tegas Dr Lena saat ditemui, kalselpos.com, Rabu siang.
Ia menyampaikan, tugas Satgas di antaranya menindaklanjuti jika ada laporan dugaan kekerasan seksual, dan akan mendampingi pelapor, termasuk dalam pemulihan.
“Kami membuka hotline di +62 812-5622-6946 dan jg bisa melapor melalui e-mail satgasppks@ulm.ac.id , dan formulir elektronik bit.ly/merdekabekisah, ” ucapnya.
Ia menegaskan, agar jangan takut utk melaporkan setiap peristiwa kekerasan seksual maupun pelecehan yang terjadi, jangan takut untuk melawan. Satgas selalu siap mendampingi warga kampus, jelasnya.
“Selama ini kami jangan melakukan pencegahan di lingkungan ULM dengan tujuan utama agar kita menjadi kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual, ” ujarnya.
Kasatgas menekankan, akun instagram @curhatanULM itu bukan resmi milik Kampus. “Jadi masih menunggu mahasiswi yang bersangkutan untuk melapor hal itu,” tutur Dr Lena Hanafiah.
Diberitakan sebelumnya, dalam unggahan yang viral itu, sebelumnya dosen tersebut mulai menunjukan gelagat aneh dari perkataannya seperti meminta izin untuk memegang hidung, hingga mencium tangan.
Tak sampai situ, dosen tersebut lagi-lagi menanyakan hal pribadi, salah satunya yakni hubungannya dengan pacarnya.
Sampai di mana pada puncak kejadian, saat merekap nilai, dosen tersebut mengirimkan pesan berupa foto nilai dari mata kuliah yang diajarkannya kepada mahasiswi tersebut.
Keberatan dengan nilai yang diberikan, mahasiswi tersebut lalu ia minta tambahkan nilai dari mata kuliah Dosen tersebut.
Namun, ia hanya tercengang saat sang dosen menyatakan meminta asal minta ‘pentil’. Lalu melanjutkan pesan lagi eh ‘pentol’, seolah-olah salah ketik atau typo.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





