Ngeri! Alat Berat Tak Mampu Hancurkan Batu Berusia 150 juta Tahun

Goa Lingga Bangkai Salah satu objek wisata Obyek Wisata yang ada di Tanah Bumbu.(ist/dok. disporapar)-Ngeri! Alat Berat Tak Mampu Hancurkan Batu Berusia 150 Tahun

Batulicin, kalselpos.com – Sebuah keindahan dan keunikan objek wisata di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) Kalimantan Selatan mampu menarik wisatawan lokal hingga mancanegara untuk berlibur dan menikmatinya.

 

Bacaan Lainnya

Tanbu dengan julukan ‘Bumi Bersujud’ memiliki banyak potensi wisata, khususnya wisata alam.

“Jumlah wisatawan yang datang ke Tanah Bumbu rata-rata mencapai 17.553 pengunjung per bulan,” kata Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Tanbu, Hamalludin Taher kepada kalselpos.com, Senin (30/1).

 

Taher menuturkan, untuk wisatawan asal Kalimantan yang mendominasi berkunjung ke Tanbu, yakni dari daerah tetangga seperti: Kota Banjarmasin, Barabai (Hulu Sungai Tengah), Kandangan (Hulu Sungai Selatan), sedangkan dari Pulau Jawa ada yang berasal dari Kota Bandung (Jawa Barat).

 

Kemudian untuk wisatawan mancanegara di antaranya, yakni Malaysia, Thailand, Singapura, India, Bangladesh, Pakistan, dan paling banyak dari Tiongkok.

 

Kemudian Taher mengatakan di Tanbu ada terdapat tiga objek wisata yang masuk kawasan Geopark Meratus, di antaranya Geosite Goa Liang Bangkai di Desa Dukuh Rejo, Kecamatan Mentewe, Geosite Liang Akar di Desa Mentewe, Kecamatan Mentewe dan Geopark Plagiograniteit di Desa Gunung Besar, Kecamatan Simpang Empat.

 

Dijelaskannya, untuk keunikan objek wisata Gua Liang Bangkai terdapat artefak atau benda purbakala, seperti alat perhiasan yang menunjukkan kecakapan kerja manusia pada zaman dahulu.

 

Artinya gua tersebut pernah dihuni oleh manusia purba jutaan tahun lalu yang dibuktikan dengan adanya situs bersejarah di dalamnya. Sehingga, dengan adanya situs tersebut mampu menarik wisatawan asing untuk datang ke objek wisata tersebut.

 

Kemudian “Uniknya lagi, di dalam goa liang bangkai juga terdapat beberapa gua di antaranya goa sumur, goa putri dan goa salju,” ungkap Taher.

 

Lebih lanjut lagi, sisi keunikan Geo Park Plagiograniteit berupa bebatuan yang berbentuk menyerupai binatang kingkong yang sedang duduk, dan batu tersebut memiliki tingkat kekerasan yang tinggi.

 

“Sebelumnya batu tersebut hendak dihancurkan untuk kebutuhan material bangunan, namun karena tingkat kerasnya sangat tinggi sehingga di lakukan penelitian. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh warga Malaysia mengatakan bahwa batu tersebut bagian dari fosil peninggalan pra sejarah sejak 150 juta tahun yang lalu,” ujar Taher.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait