Martapura, kalselpos.com– Beberapa anak sedang asyik bermain air dan berenang di halaman rumahnya yang tergenang air di Desa Sei Raya Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Jumat (26/1/2023) pagi.
Selain anak-anak yang ‘kegeringan’ bermain air, masyarakat yang ingin beraktivitas agak terganggu, karena cukup tingginya genangan air, sekitar 20-30 senti meter bahkan ada yang mencapai 50 senti meter, sehingga tak bisa dilintasi sepeda motor.
Supaya kendaraan tak mogok, pengendara menggunakan rakit yang terbuat dari bambu disediakan masyarakat setempat untuk mengantar ke tempat yang lebih tinggi.
Meluapnya air di Desa Sei Raya, Pengaron, karena curah hujan yang cukup tinggi sejak Rabu lalu hingga Kamis (26/1) malam. Akibatnya, debit Sungai Riam Kiwa di Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, terus mengalami peningkatan.
Kepala Desa Sei Raya, Pengaron, Fadliansyah mengungkapkan, air mulai naik sejak malam tadi dan siangnya sudah tidak bisa dilintasi kendaraaan roda dua dan beberapa rumah terendam air.
“Cukup tinggi air, membuat pengendara yang ingin melintas terpaksa menaikkan sepeda motornya menggunakan rakit,” paparnya.
Curah hujan di Kalimantan Selatan sejak Rabu lalu cukup tinggi tak hanya di Kabupaten Banjar juga di Tanah Laut dan Banjarmasin.
Hingga Jumat (27/1/) siang hujan juga melanda Kota Banjarmasin, untungnya air tidak pasang hingga tidak terjadi ‘banjir’.
Sementara itu di daerah Tanah Laut, beberapa ruas jalan di daerah tergenang air. Paling parah terjadi di dua Desa di Kecamatan Takisung yakni di Desa Ranggang dan Batilai beberapa pemukiman warga terendam.
Berdasarkan video unggahan warga di media sosial, terlihat jalan dan rumah warga di dua desa tersebut terendam banjir dengab ketingian berkisar 30-50 sentimeter.
Sebagian warga Desa Ranggang dan Desa Batilai yang rumahnya terendam banjir di evakuasi anggota BPBD Tanah Lait dengan perahu karet.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





