Pendidikan kerohanian akan jadikan Napi insan yang lebih baik

Kegiatan Tausiyah menjelang Sholat Dzuhur, bagi warga binaan di Lapas Kotabaru.

Kotabaru, kalselpos.com– Sang surya telah menampakan wajahnya di atas cakrawala biru yang bemberikan kehagatan bagi semua mahluk yang ada dimuka bumi, tampak terlihat barisan rapi dengan mengenakan pakaian bersih dan peci putih keluar dari Blok Anggek menuju suatu tempat yakni Mesjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Kotabaru yang mana mereka semua merupakan Narapidana yang juga merupakan warga binaan Lapas yang kerap kali mengikuti tausiyah agama yang dilaksanakan di masjid setempat.

Kegiatan Tausiyah ini diikuti secara bergantian dilaksanakan menjelang Sholat Dzuhur sebagai bentuk pembinaan kepribadian bagi warga binaan di Lapas Kotabaru.

Bacaan Lainnya

Tausiyah sendiri diisi oleh Ustadz Rahmatullah yang merupakan
tenaga pengajar dari Kantor Kemenag Kotabaru kegiatan semacam ini rutin dilaksanakan di Lapas untuk mengisi kegiatan pembinaan kerohanian bagi warga binaan.

Pemberian pembinaan rohani ini merupakan alat yang ampuh untuk memperbaiki diri warga binaan pemasyarakatan yang mana
kegiatan positif kegamaan menjadikan mereka ingat kembali kepada sang pencipta yang menciptakan mereka dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Kalapas Kotabaru, Yosef Benyamin Yembise mengatakan, selaku Kalapas disini tentu dirinya bersama jajaran selalu berkomitmen untuk melakukan pembinaan baik itu kepribadian maupun kemandirian bagi warga binaan.

“Ini merupakan amanah Undang-undang kepada kami yang harus dijalankan dan juga sebagai bentuk tanggung jawab dalam mengembalikan mereka ke jalan yang benar,” tutur Ayah sebutan dekat Bang Yosef, Jumat (20/1) kemarin.

“Mereka hanya sempat tersesat dan masih banyak jalan serta waktu bagi mereka untuk berubah, bertaubat kearah yang lebih baik untuk kembali ketengah-tengah masyarakat,” ungkapnya Kalapas.

Lebih jauh di bebernya Bang Yosef bahwa, pembinaan rohani ini menjadi salah satu aspek yang dinilai dalam Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN) yang dilakukan oleh Wali Pemasyarakatan dan nantinya nilai dari SPPN ini akan menjadi salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi oleh Narapidana apabila ingin mendapatkan hak-haknya, seperti Remisi maupun reintegrasi sosial.

Selain itu, Warga Binaan juga akan mendapatkan pembinaan kepribadian yang lain seperti, pendidikan sekolah, pramuka, kesehatan jasmani dan rohani, rekreasi, serta pembinaan lainnya.

“Bukan hanya itu mereka juga
dibekali pelatihan dan skill kemandirian seperti menjahit, budidaya tanaman, peternakan, budidaya hidroponik, perbengkelan, pertukangan dan pelatihan lainnya agar setelah bebas nantinya akan bisa mendapatkan pekerjaan atau membuka lapangan kerja sendiri untuk menjadi insan mandiri,” tutupnya diakhir pembicaraan.

MF merupakan salah seorang Narapidana perkara Narkotika yang sudah menjalani pidana selama 1 tahun di Lapas Kotabaru dikesempat itu menyampaikan, dirinya sangat senang dengan pembinaan yang diberikan di Lapas khususnya pembinaan agama ini.

“Dulu sebelum berada di sini
saya terlalu sibuk dengan urusan duniawi, sibuk bekerja dan sering lupa waktu sehingga merasa jauh dari Allah dan akhirnya khilaf menggunakan Narkoba. Alhamdulillah semenjak berada di Lapas, kami dibimbing oleh para pembina yang ada disini, serta diberikan kesempatan untuk belajar agama dengan benar.,” ucap MF

“Disini kami diajarkan mengaji, sholat yang benar serta mendegarkan tausiah agama dari
Ustadz dan para petugas pun selalu mengingatkan kami untuk melaksanakan sholat 5 waktu dan
melaksanakan Maulid Habsyi,” tungkasnya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait