Banjarbaru, kalselpos.com – Petani di Kalimantan Selatan ternyata tidak terlalu takut dengan serangan hama tungro yang menyerang tanaman padi mereka. Yang membuat mereka kerepotan justru serangan burung Manyar atau yang biasa mereka sebut Gelatik Gunung yang memakan bulir padi secara berkelompok dengan jumlah ribuan ekor.
Dua petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Balanti, Desa Mandala, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Abdul Muis dan Rustam Aji mengungkapkan, kalau hama tungro, mereka bisa atasi dengan cepat menggunakan insektisida pembasmi hama yang dibantu oleh PPL.
“Tungro memang sempat menyerang sedikit tanaman padi yang ditanam di lahan persawahan kelompok tani Balanti, namun bisa kami kendalikan dengan baik dan tidak berpengaruh dengan hasil panen,” ujar Abdul Muis kepada kalselpos.com di Kandangan, Kamis (12/1/2023).
Yang membuat produksi padi menyusut tajam, beber Muis, justru serangan hama burung Manyar. “Burung ini kalau dibiarkan, buah padi kami akan habis. Kami pusing mengatasinya. Karena tidak bisa diatasi dengan insektisida. Kami hanya bisa gunakan kilai – kilai dan orang – orangan sawah, namun tidak terlalu berpengaruh mencegah dan mengusir Manyar,” ucapnya bersungut.
Rustam Aji bercerita, waktu para petani banyak tersita untuk memburu burung Manyar. “Kami tidak bisa meninggalkan tanaman padi yang telah menguning. Kalau tidak ingin padi kami habis dimakan Manyar. Padahal kami juga harus mempersiapkan bibit lagi untuk tanam berikutnya,” ucapnya lirih.
Dia tambahkan, burung Manyar berkembang biak sangat cepat. Burung ini bersarang di pohon Rumbia, Kelapa dan pohon-pohon rimbun di pematang sawah.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





