Kandangan,kalselpos.com – Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sejak 2018 hingga 2022 terus mengalami penurunan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kabupaten HSS AKB yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun pada waktu tertentu per 1.000 kelahiran periode yang sama tahun 2018 sebanyak 21.22 persen, 2012 meningkat menjadi 21,93 persen, tahun 2020 turun menjadi 16 persen, pada 2021 kembali turun menjadi 10,6 persen dan tahun 2022 kembali turun hingga 9,72 persen.
Sementara AKI per 100.00 kelahiran hidup di Kabupaten HSS tahun 2018 sebanyak 138, tahun 2019 turun menjadi 80, tahun 2020 kembali turun menjadi 70, tahun 2021 mengalami kenaikan menjadi 100, dan tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 85.
Kepala Dinas Kabupaten HSS dr Siti Zainab, Rabu (4/1) mengatakan, AKB semakin menurun setiap tahun hingga 2022 sebesar 9,72 per 1.000 kelahiran hidup, karena telah diupayakan menurunkan angka kesakitan bayi dengan berbagai program.
“Program-program yang dilakukan adalah melakukan pengkajian kasus kematian bayi dan balita, orientasi pelaksanaan program kalakar MTBS bagi fasilitator puskesmas dan orientasi skrining hipotiroid kongenital,” ujar dr Zainab.
Sedangkan upaya-upaya menurunkan AKI di Kabupaten HSS telah dilakukan berbagai program, yakni pelatihan peningkatan kompetensi petugas kesehatan, yang orientasi kelas ibu hamil, kelas ibu balita dan pendamping ibu hamil bagi tenaga kesehatan di puskesmas.
Selain itu, ditingkat Kabupaten HSS dilakukan orientasi maternal perinatal death notification ke RS Swasta dan bidan mandiri praktik, orientasi aplikasi simatneo, MPDN dan e-kohort, serta pelatihan kegawatdaruratan maternal neonatal.
Selanjutnya, melakukan pertemuan monitoring evaluasi dan koordinasi pengkajian kasus AKI, koordinasi LP/LS dalam penguatan implementasi pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, workshop pemanfaatan sisrute dalam pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.
“Upaya lain yang dilakukan, kita juga melakukan pendampingan tenaga kesehatan puskesmas, RS oleh organisasi profesi/ahli/pakar dan pembinaan puskesmas ponen,” ujar dr Zainab.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





