Di lahan tersebut telah berdiri tiga kandang ayam berukuran besar tanpa seizin pemilik lahan.
“PT JCI harus segera menyelesaikan persoalan dugaan penyerobotan lahan ini. Jangan sampai alasan investasi, perusahan semena – mena merebut lahan milik rakyat,” ujar tokoh LSM yang getol menyuarakan aspirasi rakyat Kalsel hingga ke Kantor Komisi Anti Korupsi (KPK).
Dikatakan, sebuah perusahaan bisa dikatakan bonafide apabila investasi yang dilakukan membuat nasib rakyat makin baik dan makin sejahtera. “Jangan sampai investasi justru menyengsarakan rakyat. Perusahaan yang merebut, mencaplok tanah rakyat akan kita usir,” tegasnya.
Sementara, HRD PT JCI, Jumadi, usai berdialog dengan Ketua LSM menyampaikan, tidak benar kalau PT JCI telah mencaplok lahan warga, karena lahan itu telah mereka beli secara sah.
“Penguasaan lahan oleh perusahaan, dasarnya adalah pembelian dengan masyarakat yang punya lahan. Itu merupakan lahan eks tebu. Info dari yang punya sendiri, sertifikat itu kadang – kadang tertukar ke sana ke mari, karena diagunkan di bank,” jelasnya.
Disampaikan, perusahaan telah berusaha meminta peta bidang tanah ke BPN Tanah Laut dan BPN Kanwil Kalsel. “Namun bidang itu tidak ada. Akhirnya kita dapat plottingan dari eks tebu itu dengan nomor – nomor SHM. Kita plottingkan sertifikat yang ada, ternyata ada beberapa yang tidak cocok. Salahsatunya 179 itu atas nama Jumrianyah,” jelasnya.
Jumadi menyebut, perusahaan telah
umumkan kepada publik pada tahun 2019, siapa yang pegang sertifikat 179.
“Kami akan tukar, karena masuk pagar kami, ploting kami. Tahun 2021, datang lah Hernadi, yang menyatakan lahan itu milik dia. Kita merasa punya hak atas tanah itu karena kita beli, jadi kami tidak mencaplok, tidak mengambil. Kita ada AJB nya walaupun 179 itu belum ada,” tegasnya.
Dipaparkan, luas lahan yang disebut telah dicaplok itu luasnya 1,5 hektare dan dibeli PT JCI dengan harga Rp11 ribu/meter.
Jumadi sepakat dengan apa yang diharapkan ketua LSM, setiap perusahaan yang berinvestasi harus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. “Perusahaan selalu punya itikad baik, harus memakmurkan masyarakat sekitar,” tutupnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





