Banjarbaru,kalselpos.com – Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman mengingatkan petani di Bumi Lambung Mangkurat untuk tidak lupa mengeluarkan zakat padi 2,5 persen apabila usai panen.
Oleh Syamsir, hal tersebut dianggap penting karena produksi padi Kalsel tahun ini menyusut 20 persen jika dibandingkan tahun lalu.
Tercatat, tahun 2021 produksi padi Kalsel 1,1 juta ton. Sementara tahun ini hanya 873 ribu ton.
“Kalau panen keluarkan zakat 2,5 persen agar tanaman padi terhindar dari kena tungro dan kena banjir,” ujar Syamsir Rahman kepada kalselpos.com, belum lama tadi.
Selain kewajiban mengeluarkan zakat, yang tidak boleh diabaikan petani adalah menanam padi harus bergiliran varitasnya. Diyakini, dengan menggilir varitas dari lokal ke unggul, ketahanan tanaman padi terhadap serangan hama bisa lebih baik.
Syamsir berkata, jajaran insan pertanian di 13 kabupaten/kota se-Kalsel telah bekerja maksimal untuk membantu petani dalam mengendalikan hama tungro. Hasilnya pun berbuah manis, serangan hama tungro di tiga kabupaten penghasil utama padi di Kalsel yakni Batola, Banjar dan Tala berhasil dikendalikan.
“Penyebab utama produksi padi Kalsel menyusut dikarenakan musibah banjir pada dua tahun terakhir, sehingga dari lahan keseluruhan 300 ribu hektar, 20 persen tidak bisa ditanami karena terendam air. Ditambah lagi adanya serangan tungro. Namun kita tidak gagal panen, masih bisa berproduksi,” tegasnya.
Syamsir menegaskan, Kalsel tahun ini masih surplus karena kebutuhan makan warga Banua hanya 400 ribu ton dan Kalsel berada di urutan ke 11 penyangga pangan nasional. “Kepada masyarakat Kalsel jangan resah dan gelisah, saya pastikan stok pangan kita aman,” tukasnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





