Pemprov Kalsel Siaga Bencana Hidrometeorologi

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Provinsi Kalsel, Achmadi.(ist)Anas Aliando/Relhum/ kalselpos.com

Banjarbaru, kalselpos.com – Dalam menghadapi bencana hidrometeorologi di Kalimantan Selatan (Kalsel), Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Sosial Provinsi Kalsel menyiagakan personil di 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel.

Setidaknya ada 1.300 personi Taruna Siaga Bencana (Tagana) se-Kalsel yang bersiaga serta 40 personil Tagana Provinsi Kalsel.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Provinsi Kalsel, Achmadi mengatakan, selain anggota Tagana pihaknya juga menyertakan anggota Pelopor Perdamaian jika diperlukan untuk menambah pasukan di beberapa titik wilayah terdampak bencana.

“Dari arahan BMKG, di wilayah Timur tepatnya di Pegunungan Meratus dari Tabalong hingga Tanah Laut dan wilayah barat, yakni Tanah Bumbu hingga Kotabaru dalam posisi siaga dengan curah hujan yang sangat tinggi,” katanya, Senin (7/11/2022).

Diungkapnya saat ini ada peningkatan intensitas hujan di beberapa wilayah di Kabupaten Banjar tepatnya di Pengaron dan Kota Banjarbaru di Kecamatan Cempaka, yang menjadi kewaspadaan dalam potensi bencana banjir.

“Di Kota Banjarbaru sekitar 2 jam sudah surut, yang kita waspadai saat ini di Kabupaten Banjar (Sungai Pinang hingga Mataraman),” ungkapnya.

Disinggung terkait stok logistik di Dinsos Kalsel, dikatakan Madi terbilang aman dalam beberapa bulan mendatang.

“Prediksi BMKG hingga bulan Maret 2023 mendatang, kami sudah menyiapkan baik logistik untuk Wilayah Barat dan Timur, perlengkapan pun dalam kondisi siaga, serta 2 dapur umum,” terangnya.

Pihaknya pun bersiaga 24 jam, jika terjadi keadaan bencana di Kalsel.

“Insya Allah di gudang kita penuh (logistik) untuk penanganan bencana terutama bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

Untuk daerah rawan bencana, Dinsos Kalsel telah mendirikan 17 lumbung sosial. ”Lumbung sosial telah kita isi dengan logistik, itu untuk bantuan pertama bagi korban bencana bila terjadi,” katanya.

Ia pun menghimbau kepada warga yang di wilayah potensi bencana banjir untuk berhati-hati dan menyiapkan segala sesuatu dalam menghadapi banjir.

“Untuk warga (di pinggir sungai) jika terjadi bencana agar mengevakuasi diri, bawa peralatan keluarga apa adanya, surat menyurat dan jangan menggunakan alat listrik sembarangan (saat banjir),” imbaunya.

Masyarakat katanya, harus menyikapi bencana artinya dengan adanya bencana banjir mereka sudah tahu baik menyelamatkan diri, membawa perlengkapan dan lainnya.

“Bantuan pemerintah melalui Dinas Sosial maupun BPBD, siap turun ke lapangan. Kita harus siaga,” tutupnya.

 

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait