Banjarmasin, kalselpos.com – Penganiayaan oleh sekelompok orang tak dikenal menggunakan senjata tajam (sajam) kembali terjadi di wilayah Kota Banjarmasin, tepatnya di Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin (17/10/2022) lalu.
Peristiwa tersebut terungkap, usai korban berinisial MH (21), warga Aluh-Aluh Kabupaten Banjar, melapor kejadian yang menimpanya ke Mapolsek Banjarmasin Utara.
” ‘Penyerangan’ itu terjadi saat saya hendak ke kawasan Sungai Jingah untuk mengambil sepeda motor yang saya beli, untuk dibawa pulang ke Aluh-Aluh,” ucap MH.
Akan tetapi baru saja keluar komplek yang berada di kawasan Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara, usai membeli sepeda motor melalui media sosial, berselang 15 menit kemudian, korban tiba-tiba dihampiri oleh enam orang yang tidak dikenal dan satu di antaranya terlihat membawa senjata tajam jenis Samurai di tangannya.
“Saat kejadian ada sekitar enam orang menyerang, satu di antaranya menggunakan Samurai,” ungkapnya.
Di sela pengeroyokan, ia mengaku sempat menangkis serangan orang-orang itu dan mencoba kabur dengan cara menancap laju sepeda motornya.
“Syukurnya motor saya masih menyala dan saya langsung kabur saja,” sambungnya.
Ia sendiri, mengaku tidak saling mengenal dengan enam orang yang mengeroyoknya itu.
“Saat kabur saya masih sempat dikejar, sekitar beberapa ratus meter, hingga benar – benar bisa lolos,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Utara, Kompol Agus Sugianto melalui Kanit Reskrim Ipda Sudirno dikonfirmasi, Rabu (19/10/2022) siang, membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Benar, kejadian itu terjadi di Jalan Sultan Adam depan Toko Roti Al Fatih, Surgi Mufti sebelum ke Jahri Saleh,” jelasnya.
Kanit juga membenarkan, jika korban datang bersama keluarga untuk melapor kasusnya ke Mapolsek Banjarmasin Utara.
” Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah dilakukan pengecekan serta mencari saksi dan melihat rekaman CCTV yang ada di lokasi,” ujarnya.
Kanit menegaskan, pihaknya akan melakukan upaya perburuan terhadap para pelaku penyerangan orang yang tidak dikenal, itu karena dinilai sudah membuat resah warga Kecamatan Banjarmasin Utara.
“Saat ini kita melakukan peningkatan patroli mobile dan dialogis,” pungkas Ipda Sudirno.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





