Tanah Longsor terjadi di Kotabaru dan Tanah Bumbu

Longsor Di Desa Buluh Kuning Kecamatan Sungai Durian Kotabaru mengakibatkan 6 Orang tewas 6 luka -luka dan 5 orang masih dalam pencarian. (Ist)

Kotabaru, kalselpos.com – Belasan orang yang berada di area tambang emas tradisional Desa Buluh Kuning Sungai Durian Kotabaru Kalimantan Selatan tertimbun longsor pada Selasa (27/9) siang.

Longsor Di Desa Buluh Kuning Kecamatan Sungai Durian Kotabaru mengakibatkan 6 Orang tewas 6 luka -luka dan 5 orang masih dalam pencarian. (Ist)

Peristiwa longsor ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan juga hilang.

Bacaan Lainnya

Sementara tim dari Basarnas dan para relawan langsung melakukan upaya evakuasi terhadap korban.

Sulitnya akses jalan menuju lokasi, membuat tim harus menggunakan kendaraan roda dua jenis trill dan berjalan kaki untuk menjangkau lokasi longsor dan mengevakuasi korban.

Berdasarkan data sementara dari Basarnas Provinsi Kalimantan Selatan, ada 17 orang yang menjadi korban tanah longsor di Desa Buluh Kuning Sungai Durian Kabupaten Kotabaru,
yaitu 6 orang dinyatakan meninggal dunia,5 orang yang masih dalam pencarian dan 6 orang yang dinyatakan selamat meski kondisinya sebagian mengalami luka -luka.

Korban selamat sebanyak 6 orang yaitu,
Hamdah jenis kelamin perempuan, usia 42 tahun asal Desa Simpang Empat Sungkai Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

Murdiah, perempuan 50 tahun asal desa Watu Bangga Kecamatan Baruga Sulawesi Tengah.

Isai,laki-laki 45 tahun asal Desa Kurau Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.

Anang Suryadi,laki-laki 46 tahun,Simpang Empat Sungkai Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

Samsul,laki-laki 42 tahun asal Batu Kajang Kabupaten Paser Kalimantan Timur.Arifin,laki laki 35 tahun asal Jawa Timur.

Sementara korban meninggal dunia ada sebanyak 6 orang yaitu
Wahid,jenis kelamin laki- laki usia sekitar 35 tahun asal Desa Pamangkih Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan.

Fadliannoor alias Amang Bali,jenis kelamin laki laki usia sekitar 50 tahun asal Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.

Inal,jenis kelamin laki- laki usia 31 tahun asal Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.

Salman,jenis kelamin laki-laki usia 30 tahun asal kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.

Imis,jenis kelamin laki-laki usia 54 tahun asal Pulau Petak Kapuas Kalimantan Tengah dan

Norjanah,jenis kelamin perempuan usia sekitar 47 tahun asal Pulau Petak Kapuas Kalimantan Tengah.

Sementara korban yang masih dalam pencarian ada 5 orang yaitu
Ravi jenis kelamin laki-laki usia 28 tahun asal Kota Rantau Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan.

Bubul,laki-laki usia 40 tahun asal Kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.

Parin,laki-laki 25 tahun asal Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan. Sahdi,laki-laki 30 tahun asal Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan dan Amut,laki-laki 40 tahun asal Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan.

PLT Camat Sungai Durian R. Rahmad Mada Tri Wirakesuma,
membenarkan terjadinya musibah longsor di wilayahnya.

“Ya telah terjadi longsor Di Desa Buluh Kuning Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru Kalsel, tepatnya di Dusun Kikil Gunung Kura-Kura 1, adapun korban yang teridentifikasi sebanyak 17 orang, terdiri dari 6 orang meninggal dunia 6 orang luka luka dan 5 orang belum ditemukan,” sebut Rahmad.

Ia juga mengatakan sulitnya akses jalan menuju lokasi membuat tim penyelamat cukup kesulitan.
“Akses jalan menuju lokasi tambang tanpa izin milik masyarakat ini, sangat sulit termasuk jaringan komonikasi diatas,” imbuhnya.

Sementara Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Muhammad Rifa’i saat ditemui di Mako Polda Kalsel menyampaikan ,pihaknya telah melakukan pengamanan di TKP termasuk turut melakukan evakuasi terhadap korban melalui anggota Polres dan Polsek setempat,sementara untuk status tambang sendiri masih didalami pihaknya dan akan dilakukan penertiban.

” Untuk penertiban tambang kedepannya, Itu pasti kita akan bicarakan nanti dengan Pemerintah Daerah dan stakeholder yang lain supaya tidak terjadi longsor yang menelan korban jiwa lagi dari alam yang digunakan untuk berkegiatan oleh manusia,” ucap Kombes Pol Muhammad Rifa’i.

Belum diketahui persis penyebab longsoran tanah di Desa Buluh Kuning Kotabaru ini.

 

Sementara peristiwa longsor yang sama juga terjadi pada jalanan aspal di Jalan Ahmad Yani Km. 171 Desa Satui Barat Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan pada Selasa kemarin.

Jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Laut ini terputus akibat longsor,akibatnya sejumlah kendaraan roda empat tidak bisa melintas dan pengguna jalan lainnya dialihkan ke jalan houlding.

Longsor ini bukan yang pertama kalinya terjadi di wilayah setempat,sebelumnya peristiwa serupa juga terjadi di wilayah itu bahkan mengakibatkan rusaknya beberapa rumah masyarakat menuding longsor disebabkan dari aktifitas tambang batubara di wilayah itu.

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait