Plt Bupati HSU H Husairi Abdi Hadiri Haul dan Istighotsah KH Dr Idham Chalid

Plt Bupati HSU H Husairi Abdi bersama Prof Dr KH Syukron Ma’mun usai Haul dan Istighotsah KH Dr Idham Chalid. (prokopim)kalselpos.com

Jakarta,kalselpos.com – Perguruan Darul Ma’arif Qur`an menggelar haul atau peringatan wafatnya KH Dr Idham Chalid. KH Dr Idham Chalid salah satu tokoh Kalimantan Selatan yang sudah menasional yang dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, wafat pada 11 Juli 2010 lalu.

Haul dan Istighotsah Perguruan Darul Ma’arif digelar di Masjid Darut Taqwa Jalan RS Fatmawati No.45, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9).

Bacaan Lainnya

Rangkaian acara diawali dengan Istighotsah dan Tahlil, yang kemudian dilanjutkan sambutan dari Alumni Perguruan Darul Ma’arif, dan tausiah yang kemudian ditutup dengan doa dan ramah tamah.

Kesempatan itu, hadir Plt Bupati HSU H Husairi Abdi, Lc bersama anggota DPRD HSU.

Idham Chalid lahir pada tanggal 27 Agustus 1921 di Satui, bagian tenggara Kalimantan Selatan. Ayahnya H Muhammad Chalid, merupakan penghulu asal Amuntai dan saat usia enam tahun, keluarganya hijrah ke Amuntai dan tinggal di daerah Tangga Ulin, kampung halaman leluhur ayahnya.

Plt Bupati HSU H Husairi Abdi mengaku bersyukur dapat undangan dan menghadiri Haul tersebut. “Tentunya, kita bersyukur, apalagi latar belakang almarhum dari HSU. Mari kita turut mendoakan almarhum, dan di momen saat ini kami dapat berjumpa sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga Kh Dr Idham Chalid,” sampainya.

Ketua yayasan Darul Maarif dan mewakili keluarga diwakili KH Antum Abdullah yang dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran tamu, undangan, dan jamaah. “Kami mohon maaf kalau ada kekurangan dalam acara ini,” katanya.

Sementara itu, mewakili alumni perguruan Darul Ma’arif, Drs KH Zakaria Anshor yang dalam sambutannya mengatakan, dirinya merupakan siswa yang paling banyak mendapatkan bimbingan oleh sang guru KH Dr Idham Chalid dan Prof Dr KH Syukron Ma’mun. Usai belajar di Darul Maarif dan berkesempatan mengajar lagi di yayasan Darul Maarif.

 

“Alhamdulillah selama 12 tahun berada disini, penuh dengan keberkahan, kedamaian, ketenangan yang mana dalam kondisi saat itu, bisa survive, bisa kuliah dan bisa melakukan banyak hal disini, itulah yang dimaksud penuh keberkahan. Itu semua dari jasa baik dari Almarhum KH Dr Idham Chalid,” sampainya.

Selama 12 tahun tinggal dan belajar di Darul Ma’arif dapat pengalaman yang banyak dan melakukan kegiatan bermacam-macam.

“Yang begitu tidak hanya saya, semua yang dilakukan (kebaikan) oleh Almarhum dilakukan pula le ribuan alumni Darul Maarif,” imbuhnya.

Serupa hal itu, Prof Dr KH Syukron Ma’mun yang kembali mengingat bersama dengan Idham Chalid. Dimana di tahun 1967 awal, saat itu di wisuda di Gontor, yang melakukan wisuda ialah, Almarhum. Usai dari lulus itu, Idham Chalid mengajak ke Jakarta untuk membantu di Ponpes Jakarta.

“Selama empat tahun tinggal di rumah pak Idham dan diasuh langsung, beliau sangat mendidik,” kata Syukron Ma’mun.

Bahkan, selama dirinya tinggal di kediaman KH Idham Chalid diperlakukan seperti anak sendiri dan sebaliknya, dirinya juga menganggap keluarga almarhum seperti keluarga sendiri.

“Saya sudah menganggap keluarga beliau seperti keluarga saya sendiri,” ujar ulama kharismatik jebolan Ponpes Darussalam Gontor ini.

Selama itu, 24 jam Syukron Ma’mun mengaku mendapat bimbingan dan pelajaran langsung dari Almarhum KH Dr Idham Chalid.

 

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait