Amuntai, kalselpos.com – Plt Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) mewisuda ratusan Santri di Masjid Raya At Taqwa Amuntai. Wisuda Santri digelar Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) yang Ke-33 dan Khataman Al-Quran Ke-16.
Mengenalkan Al-Quran tentunya dilakukan bagi anak sejak dini, karena langkah awal untuk menanamkan kecintaan pada Al-Quran serta menerapkan isi Al-Quran ke dalam hati anak yang masih suci dan bersih.
Wisuda dan Khataman merupakan salah satu cara mengapresiasi dan memberi motivasi kepada anak, untuk terus semangat mempelajari baca tulis Al-Quran dan mendalami isi Al-Quran oleh Pemerintah Kabupaten HSU dan BKPRMI HSU, Minggu (11/9).
Dengan mengusung tema ‘Generasi Islami Adalah Generasi Cinta Al-Qur’an Menuju Indonesia Maju’, 1.018 peserta yang terdiri dari 387 santri dan 631 santriwati yang terbagi dari seluruh kecamatan.
Seluruh santri yang mengikuti wisuda merupakan santri yang sudah menamatkan Al-Qur’an 30 juz. Adapun prosesi pemindahan tali toga dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati HSU H. Husairi Abdi, Lc didampingi Wakil Ketua TP PKK HSU Hj. Erlian Noor Fauziah Husairi.
H. Humaidi mewakili Ketua Umum BKPRMI Kalimantan Selatan (Kalsel) menyampaikan, kegiatan ini merupakan hal yang bagus untuk meningkatkan minat baca tulis Al-Qur’an serta mempelajari isi kandungan Al-Qur’an. Karena kegiatan semacam inilah nantinya akan terlahir para ahlul Qur’an seperti tahfiz maupun qari.
Hal ini tentunya tidak lepas dari peran, dukungan dan kerjasama para ustadz/ ustadzah di TPA maupun orang tua di rumah. Mempelajari Al-Qur’an akan menjadi bekal untuk diakhirat tidak hanya untuk anak secara pribadi, tapi juga nantinya akan jadi ladang pahala bagi orang tuanya bahkan kepada para ustadz/ ustadzah yang mengajarkan maupun orang-orang yang memfasilitasinya.
“Semoga apa yang kita lakukan ini membawa berkah terutama mewujudkan pendidikan Al-Qur’an yang lebih bagus lagi,” ungkapnya
Plt Bupati HSU H. Husairi Abdi, Lc menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Dikatakannya salah program pemerintah dibidang agama adalah baca tulis Al-Qur’an. Membangun generasi muda yang beriman dan bertaqwa merupakan tanggung jawab semua pihak, terutama dalam memberikan pendidikan baca tulis Al-Qur’an.
Agama telah mengajarkan agar kita di kemudian hari tidak meninggalkan generasi muda yang rapuh dan lemah. “Sebab saat ini, dihadapkan dengan berbagai problematika kehidupan khususnya yang bersifat negatif,” katanya.
Al-Qur’an sebagai pedoman hidup (Way of Life) akan memberikan pengaruh positif dan menjadi filter bagi generasi muda dalam menjalani kehidupan, sehingga tidak mudah terjebak dengan berbagai persoalan yang bersifat merusak dan merugikan bagi pribadi maupun masyarakat luas.
“Karena itu, kita harus memberikan perhatian serius dan mewaspadai sejak dini dengan menanamkan dan membekali anak-anak dengan nilai-nilai agama (Al-Qur’an dan as-sunnah) dan ilmu pengetahuan yang cukup, mendidik dan membimbing mereka dengan penuh ketulusan, sehingga suatu saat nanti generasi muda kita akan dapat tampil menjadi generasi penerus yang beriman, berakhlakul karimah dan berilmu pengetahuan serta berprestasi,” tuntasnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





