Banjir Masih Merendam 17 Desa di Kotim

Bupati Kotim Halikinnor memberikan arahan saat Hasupa Hasundau Sekdes se-Kabupaten Kotim yang dilaksanakan di objek wisata Pantai Ujung Pandaran, Sabtu (10/9) lalu.(Foto: Prokopim Kotim)(kalselpos.com)

Sampit, kalselpos.com -Banjir masih merendam 17 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pemerindah daerah pun terus mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan banjir bertambah parah.

Wakil Bupati Kotim, Irawati didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Rihel turun ke sejumlah desa yang dilanda banjir. Mereka melihat kondisi warga di lokasi banjir serta menyalurkan bantuan kepada korban banjir

Bacaan Lainnya

“Saat ini curah hujan masih tinggi. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Pemerintah berupaya maksimal membantu masyarakat, termasuk dalam hal bantuan,” kata Irawati di Sampit, Senin (12/9/2022).

Selama dua hari berturut-turut, yaitu Sabtu dan Minggu, Irawati blusukan ke lokasi-lokasi banjir. Kunjungan diawali ke lokasi banjir di Desa Hanjalipan Kecamatan Kota Besi, kemudian dilanjutkan ke sejumlah desa di wilayah utara, yakni Kecamatan Parenggean dan sekitarnya.

Banjir yang terjadi cukup parah, bahkan hingga setinggi dada orang dewasa. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat mereka karena rumah mereka terendam banjir cukup dalam.

Irawati tidak segan-segan untuk mendatangi warga yang masih bertahan di rumah mereka yang sudah terendam banjir. Selain memberi semangat dan mengingatkan untuk selalu waspada, Irawati juga memberikan bantuan beras kepada warga.

Data BPBD Kotim, saat ini banjir masih terjadi di 17 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Kedalaman air bervariasi dengan kondisi terdalam ada yang lebih dari dua meter.

Banjir di Kecamatan Antang Kalang terjadi di Desa Tumbang Ngahan, Sungai Puring, Tumbang Kalang, Sungai Hanya dan Tumbang Manya. Banjir di Kecamatan Telaga Antang terjadi di Desa Rantau Katang.

Banjir di Kecamatan Bukit Santuai terjadi di Desa Tumbang Penyahuan dan Desa Tumbang Tilap. Banjir di Kecamatan Mentaya Hulu terjadi di Kelurahan Kuala Kuayan bagian hilir.

Banjir di Kecamatan Parenggean terjadi di lima desa dan satu kelurahan. Banjir di Kecamatan Kota Besi terjadi di Desa Hanjalipan. Sedangkan banjir di Kecamatan Cempaga Hulu terjadi di Desa Pundu.

Irawati meminta Dinas Kesehatan maupun fasilitas kesehatan setempat memantau kondisi kesehatan warga di lokasi banjir. Warga yang sakit harus segera ditangani agar segera sembuh.

“Kondisi korban banjir harus menjadi perhatian, baik kebutuhan makan minum mereka, maupun kondisi kesehatan mereka,” pungkas Irawati.

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait