Aksi Protes Organda Banjarbaru Belum Menghasilkan Solusi

Sekretaris Dishub Kalsel, Muhammad Mirhan. (ist)fahmi de musfa(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com– Dialog para sopir angkutan kota (angkot) yang berada di bawah naungan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Banjarbaru, rupanya belum menghasilkan solusi apapun.

Hal ini diutarakan oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Kalsel, Muhammad Mirhan kepada awak media, usai dialog pada Selasa (14/9).

Bacaan Lainnya

“Belum ada solusi sebenarnya. Nanti dalam dua hari ke depan kita undang untuk konsolidasi bersama terkait bagaimana solusi untuk jalur Terminal Gambut-Trikora-Martapura bisa berjalan dengan tertib,” kata Mirhan.

Konsolidasi bersama ini, sambung Mirhan, akan melibatkan Organda Banjarbaru, Pemko Banjarbaru hingga Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XV Kalsel.

Menurut Mirhan, secara teknis dalam konsep transportasi publik yang terintegrasi, keberadaan pengumpan (feeder) cukup penting. Karena mampu menjangkau kawasan perumahan dan permukiman.

“Inilah yang sebenernya perlu diperkuat. Ke depannya itu, BRT beroperasi di jalan utama. Nanti yang ke dalam permukiman, (angkot) ini yang berperan, karena bus kita tidak masuk ke sana dan masyarakat berada di kantong permukiman,” jelas Mirhan.

Mirhan mencontohkan keberadaan Bus Trans Banjarmasin, yang menjangkau kawasan permukiman di Banjarmasin.

Di dalam kawasan metropolitan Banjarbakula sendiri, Mirhan menerangkan, dari 10 koridor yang direncanakan, baru 6 koridor yang dicanangkan. Termasuk koridor Terminal Gambut Barakat-Trikora-Martapura yang diprotes oleh Organda Banjarbaru.

“Karena selama ini, Martapura belum terintegrasi dengan (BRT) Banjarbakula. Nah, jalur ini yang menyambungkan sebenarnya,” terang Mirhan.

Disampaikannya, karena salah satu ciri kota metropolitan adalah, memiliki sistem transportasi yang baik. Apalagi Banjarbaru sekarang jadi ibu kota provinsi.

 

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait