Sampit,kalselpos.com -Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Koti menggelar kegiatan sikat gigi massal di sejumlah Sekolah Dasar di Sampit dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN). Kegiatan ini sebagai kampanye kepada anak-anak agar peduli merawat gigi dan mulut sejak dini.
Wakil Bupati Irawati dan Ketua DPRD Rinie hadir mengikuti kegiatan yang dilaksanakan, khususnya di tiga sekolah di Sampit, yakni SDN 3 Mentawa Baru Hulu Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, serta SDN 5 dan SDN 9 Kelurahan Baamang Hilir Kecamatan Baamang.
Turut hadir Ketua Komisi III DPRD Mariani, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Susiawati, Kepala Dinas Kesehatan Umar Kaderi dan pejabat lainnya. Kegiatan diisi menggosok gigi bersama ratusan murid SD setempat, serta makan buah bersama.
“Kegiatan seperti ini, jangan sekadar seremoni tahunan, tetapi harus menjadi kegiatan rutin dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Upaya ini merupakan salah satu kegiatan dalam mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),” kata Irawati di Sampit, Senin (12/9/2022).
Irawati berharap peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional tahun ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian bersama dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai upaya mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Permasalahan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia terbilang masih sangat tinggi. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018, masalah kesehatan gigi dan mulut dari 100 orang sebanyak 57-58 orang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut, dengan masalah terbesar dari kesehatan gigi adalah gigi rusak, berlubang, sakit dan masalah kesehatan mulut yang mayoritas adalah gusi bengkak dan atau keluar bisul (abses).
Sementara itu yang mendapatkan pelayanan dari tenaga medis gigi masih sangat rendah. Kondisi ini memerlukan perhatian bersama karena selama ini, masyarakat sering mengabaikan dan kurang memperhatikan masalah kesehatan gigi dan mulut.
Gangguan kesehatan gigi dan mulut, di samping memberikan efek kepada yang bersangkutan berupa tidak konsentrasinya dalam belajar, bekerja dan rutinitas harian, serta mengurangi rasa percaya diri juga terkadang mengganggu hubungan dengan orang lain. Untuk itu, partisipasi dan kepedulian kita terkait dengan upaya kesehatan gigi dan mulut sangat diperlukan.
Untuk itu dia mengajak semua pihak agar secara berkesinambungan dan terintegrasi melakukan upaya kesehatan gigi dan mulut di sekolah atau madrasah sebagai bagian dari program usaha kesehatan sekolah atau madrasah.
“Kita berupaya peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit gigi dan mulut (preventif), baik dengan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada siswa dan orang tuanya, maupun sikat gigi bersama,” ajak Irawati,
Dia mengajak pihak swasta atau dunia usaha mendukung upaya ini sesuai dengan bidang usahanya, baik melalui sponsorship maupun alokasi corporate social responsibility (CSR). Media massa juga diminta membantu sosialisasi melalui pemberitaan dan iklan layanan masyarakat pada media masing-masing.
“Pemerintah tetap melaksanakan program mengentaskan kemiskinan dan memberikan subsidi kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi di sisi lain masyarakat juga terus mengupayakan untuk mandiri dari segi ekonomi, pendidikan dan kesehatan,” tambahnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





