Sampit, kalselpos.com-Banjir yang melanda belasan desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), telah merendam ratusan rumah. Kondisi ini dipicu hujan deras yang terjadi hampir setiap hari dalam sepekan terakhir sehingga membuat sungai meluap dan merendam permukiman.
Kepala Pelaksnaa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Rihel mengatakan, curah hujan di wilayah hulu masih tinggi. Ketinggian air di beberapa desa ada yang berkisar 50 sampai 100 centimeter, ada pula yang sudah mencapai 2,5 meter.
“Saat ini di Desa Tewai Hara Kecamatan Bukit Santuai, Desa Tumbang Manya,Tumbang Kalang, Rasau Tumbuh dan Hanjalipan mulai terendam. Termasuk ada enam desa di Kecamatan Parenggean, ada 341 rumah yang terendam. Untuk banjir di Tewai Hara, Tumbang Manya, Tumbang Kalang, Rasau Tumbuh dan Hanjalipan, kami masih berkoordinasi terkait berapa rumah yang terendam,” ujar Rihel, Jumat (9/9/2022).
Berdasarkan laporan yang diterimanya Jumat pagi, banjir melanda Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai, Antang Kalang, Parenggean dan Kota Besi. Personel BPBD turun memantau perkembangan banjir di sejumlah lokasi. Koordinasi juga terus dilakukan dengan pemerintah desa untuk mengetahui perkembangan banjir dari waktu ke waktu.
BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, khususnya untuk memantau desa-desa yang sulit dijangkau. Pemerintah desa sudah diminta melaporkan warga yang menjadi korban banjir.
Beberapa warga ada yang mengungsi ke rumah kerabat mereka yang tidak terkena banjir. Warga yang masih bertahan di lokasi banjir juga diimbau selalu waspada demi keselamatan jika kondisi banjir dikhawatirkan bertambah parah.
“Ada beberapa yang mengungsi ke rumah kerabat mereka yang aman dari banjir. Mereka juga kami imbau tetap waspada terhadap perkembangan situasi banjir saat ini,” tambah Rihel.
Banjir juga mulai membuat fasilitas publik rusak. Jembatan Sungai Babi di Desa Karang Sari, Kecamatan Parenggean ambruk pada Kamis (8/9) malam sehingga lalu lintas menuju ke Kecamatan Tualan Hulu dialihkan melalui jalan milik perusahaan tambang.
Sementara itu Kepala Desa Hanjalipan Kecamatan Kota Besi, Sapransyah menginformasikan, sedikitnya 100 rumah di desa itu terendam banjir. Akibatnya, warga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga atau kerabat mereka.
Masyarakat di lokasi banjir diimbau untuk selalu waspada terhadap kemungkinan banjir yang bertambah parah. Keselamatan harus selalu diutamakan di setiap situasi dan tindakan di lokasi bencana.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





