Kurang lengkap berwisata ke Pantai Batakan jika tidak berkunjung ke Pulau Datu

Kawasan Pulau Datu menuju ke makam Datu Pamulutan. (sumber dan foto : Antara)muliadi.kalselpos.com

Tanah Laut,kalselpos.com– Pantai Batakan yang merupakan destinasi wisata andalan Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berada di Kabupaten Tanah Laut.

Destinasi wisata tersebut selain menyajikan panorama alam berupa pantai yang dilengkapi rumah atau penginapan, tempat bermain anak-anak, dan pemondokan wisata, juga juga terdapat wisata religi yang disebut Pulau Datu.

Bacaan Lainnya

Pulau Datu adalah pulau kecil yang terletak di seberang Pantai Batakan.

Dinamakan pulau Datu, karena di pulau itu terdapat makam seorang Datu penyebar agama Islam pada zamannya.

Menurut salah seorang pengunjung wisata Pantai Batakan bernama Maksum Taher seorang warga Banjarmasin mengungkapkan, kurang lengkap rasanya jika ke wisata Batakan jika tidak berkunjung ke Pulau Datu.

Disampaikannya, Pulau Datu menurut cerita warga setempat dulunya Pantai Tanjung Dewa merupakan satu kesatuan.

Namun karena proses alam, Pulau Datu dan pantai Tanjung Dewa atau Pantai Batakan terpisah.

Maksum mendapat informasi dari warga setempat, bahwa datu yang makamnya ada di pulau tersebut dikenal dengan sebutan Datu Pamulutan, karena datu gemar menangkap burung menggunakan pulut atau getah pohon.

“Datu Pamulutan hanya gelar, bukan nama asli, karena semasa hidup beliau suka mamulut dengan menggunakan pulut,” ujar Maksum menirukan cerita warga setempat.

Adapun manaqib singkat Datu Pamulutan adalah dengan nama Sultan Hamidinsyah yang berasal dari Batang Banyu Mangapan Martapura.

Pada waktu beliau masih hidup juga menggunakan nama M. Thaher sebagai nama samaran dalam menjalankan tugas sebagai wali Allah.

Untuk berziarah ke makam yang ada di pulau tersebut, harus menggunakan kelotok/perahu kecil dengan tarif sekitar Rp 200 ribu.

 

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait