Amuntai, kalselpos.com – Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dimulai.
Desa Banyu Hirang menjadi perwakilan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dalam rangka lomba LBS tersebut. Penilaian dilakukan langsung oleh tim penilai dari Provinsi Kalsel di Kantor Desa Banyu Hirang, Selasa (6/9).
Kepala Desa Banyu Hirang Hiliyani mengatakan, LBS juga menjadi program di Desa Banyu Hirang mengingat, pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini tidak lepas dari gotong royong antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa dan juga masyarakatnya.
“Ada Tiga poin penting yang disiapkan Desa Banyu Hirang dalam rangka menghadapi penilaian LBS ini yakni Kader PHBS, Kader Kesling dan Kader Jumantik,” terang Hiliyani.
Pertama, Kader PHBS yang berperan aktif memperhatikan kesehatan ibu hamil dan juga anak balita, memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak merokok di dalam rumah serta mengajak masyarakat untuk menerapkan jamban sehat di rumah.
Kedua, Kader Kesling bertugas mendata dan mensosialisasikan tentang kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan, di Desa Banyu Hirang sendiri juga sudah mulai diterapkan TPS-3R.
Ketiga, Kader Jumantik yang bertugas untuk memeriksa jentik nyamuk secara berkala dan berkelanjutan, menggerakkan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk, masyarakat diminta dalam 1 rumah ada 1 relawan yang memastikan tidak ada tempat yang bisa menjadi tempat nyamuk bersarang ataupun berkembang biak.
“Desa Banyu Hirang juga memiliki inovasi desa yakni olahan kerajinan dari eceng gondok dan purun. Eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai gulma diolah menjadi barang kerajinan yang bernilai ekonomi tinggi, seperti tas, kotak tisu, dan barang perabot rumah tangga lainnya dibuat dari bahan Eceng Gondok,” katanya.
Selain itu, ada sedotan dari purun, bahan dasar alami ini tentunya bisa mengurangi jumlah penggunaan limbah plastik.
“Dibawah binaan Bapak Supianoor, Kelompok Usaha Bersama Kembang Ilung, eceng gondok dan purun bisa jadi bahan bernilai jual tinggi,” sampainya.
Suriani Agreini Sagoba selaku ketua tim penilai lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) Provinsi Kalsel berpesan, agar semangat dan kerja keras untuk menjaga lingkungan bersih dan sehat ini tidak hanya saat penilaian saja, menjaga lingkungan yang bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan masyarakat agar masyarakat sehat dan terhindar dari berbagai penyakit
“Apapun hasilnya semoga bisa memberi manfaat bagi masyarakat, ini salah satu upaya kita memotivasi dan mengukur kepedulian masyarakat terhadap kualitas lingkungannya,” sampainya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





