Sampit, kalselpos.com -Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah, mengembangkan lapangan sepak bola di kecamatan untuk mendukung perkembangan prestasi olahraga sepak bola di daerah itu.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, dirinya ingin mengembalikan kejayaan prestasi olahraga sepak bola. Dulu Kotim pernah menjadi barometer prestasi sepak bola di Kalimantan Tengah.
“Dulu klub sepak bola Persesam terkenal dan disegani karena prestasinya. Saya ingin prestasi itu bisa kita raih. Untuk itu pembinaan harus kita tingkatkan. Sarana dan prasarananya juga tentu harus kita perhatikan,” kata Halikinnor, Senin (5/9/2022).
Menurut Halikinnor, ada dua lapangan sepak bola kecamatan yang akan dikembangkan, yakni di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Cempaga. Bahkan lapangan sepak bola di Cempaga sudah disurvei dan dinyatakan memenuhi standar untuk dikembangkan menggelar pertandingan regional.
Lapangan sepak bola di dua kecamatan itu akan dikembangkan dengan membangun baru tribun, toilet, pengaturan pintu masuk dan keluar serta sarana pendukung lainnya.
Pengembangan lapangan di kecamatan akan dilakukan bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Namun dia meyakinkan bahwa program ini menjadi perhatian serius pihaknya untuk direalisasikan.
“Lapangan sepak bola di dua kecamatan ini ibaratnya menjadi penyangga. Harapannya, prestasi sepak bola kita juga akan meningkat seiring meningkatnya fasilitas,” ujar Halikinnor.
Halikinnor menambahkan, saat ini Stadion 29 November Sampit masih dalam pembenahan. Tahapannya sudah pada penggantian rumput dan pembenahan saluran air.
Pembenahan ini untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah di Sampit pada Juni 2023 nanti. Stadion yang berlokasi di Jalan Tjilik Riwut itu akan menjadi lokasi utama, khususnya untuk pertandingan sepak bola.
Pembenahan dilakukan agar stadion tersebut memenuhi standar nasional sehingga memenuhi syarat untuk menggelar pertandingan berskala nasional.
“Jika pun selesai, Stadion 29 November hanya digunakan untuk pertandingan berskala nasional. Pemeliharaan rumputnya saja sampai Rp50 juta. Makanya kalau untuk pertandingan lainnya nanti bisa kita gelar di lapangan sepak boleh di dua kecamatan ini,” pungkas Halikinnor.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





