Sampit, kalselpos.com -Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah, Halikinnor menyatakan komitmennya untuk memberdayakan kontraktor lokal karena dinilai juga mempunyai kemampuan yang mumpuni dalam melaksanakan pekerjaan.
“Makanya saya juga terus mendorong para kontraktor untuk terus meningkatkan kemampuan sehingga bisa sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk memberdayakan kontraktor lokal. Saya yakin pengusaha lokal kita juga memiliki kemampuan,” kata Halikinnor di Sampit, Senin (5/9).
Menurutnya, saat ini pengadaan barang dan jasa sudah dilaksanakan secara online sehingga juga bisa diikuti oleh perusahaan dari luar daerah. Namun dia mendorong agar kontraktor lokal mampu bersaing sehingga tidak kalah dengan kontraktor luar daerah.
Halikinnor menceritakan pengalaman kurang baik yang didapat pemerintah daerah terkait kinerja kontraktor yang kebetulan dari luar daerah. Kejadian ini menurutnya sangat merugikan daerah dan masyarakat.
Sebuah perusahaan dari luar daerah memenangi lelang pembangunan salah satu puskesmas di Kotim. Perusahaan tersebut “menembak” dengan memberikan penawaran sangat rendah di bawah standar sehingga berhasil memenangi lelang secara elektronik itu.
Sayangnya, setelah waktu berjalan ternyata kontraktor tersebut tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya. Akibatnya, pembangunan puskesmas tersebut tidak selesai.
Secara keuangan memang daerah tidak dirugikan karena pekerjaan tersebut belum dibayar karena memang tidak selesai. Namun, ini menjadi kerugian besar bagi daerah dan masyarakat karena hal untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik di gedung puskesmas yang baru tersebut tertunda akibat kegagalan kontraktor.
“Kita rugi waktu dan rugi manfaat karena kita sudah mengalokasikan anggarannya. Kan jadi tidak terserap, padahal sudah disediakan. Seharusnya anggaran itu bisa dimaksimalkan. Kita juga menjadi tertunda memanfaatkan gedung baru tersebut,” ujar Halikinnor.
Halikinnor mengingatkan Pokja bersama bagian pengadaan barang dan jasa untuk teliti dan berhati-hati. Jangan sampai kegagalan akibat ketidakmampuan kontraktor itu terulang karena akan merugikan daerah.
“Kita perlu yang betul-betul punya kualifikasi dan kontraktor yang memang bidangnya serta profesional sehingga kegiatan fisiknya itu bagus hasilnya. Jangan sampai kualitas dikorbankan karena ada yang menembak,” demikian Halikinnor.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





