13 titik Majelis Ta’lim kembali digerakkan oleh Bupati Batola

Bupati Hj. Noormiliyani AS saat peresmian Majelis Ta'lim Ummul Khadijah di Desa Belandean Muara.(ist)muliadi(kalselpos.com)

Marabahan, kalselpos.com – Ratusan masyarakat memadati mesjid Rahmatul Abadiyah di Desa Belandean Muara Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (01/09/2022).

Mereka dari pagi berbondong-bondong antusias ingin bertemu orang nomor Bupati Batola, Hj. Noormiliyani AS dalam rangka peresmian Majelis Ta’lim.

Bacaan Lainnya

Sedikitnya 13 titik Majelis Ta’lim Ummul Khadijah sudah digerakkan kembali oleh Noormiliyani.

Sekitar pukul 11.00 Wita rombongan orang nomor satu di Batola itu tiba yang disambut pengalungan melati oleh pengurus majelis ta’lim.

Majelis ta’lim Ummul Khadijah di Desa Belandean Muara juga menjadi titik utama bagi anggota majelis.

Rombongan yang terdiri dari Camat Tabunganen, Camat Jejangkit, para Kepala Desa, Lurah se-Kecamatan Alalak juga para ustadz dan habaib di sambut oleh Camat Alalak M Sya’rawi.

Bupati mengaku sangat senang bisa bertemu kembali dengan masyarakat Belandean Muara.
“Dulu ke sini harus naik kelotok, Alhamdulillah sekarang mobil sudah bisa masuk,” ungkap putri mantan Gubernur ke-3 Kalsel, Aberani Sulaiman itu dalam sambutannya.

Dia mengatakan, selama masa kepemimpinan dirinya dengan Wakil Bupati H Rahmadian Noor adalah diantara pembangunan
yang paling krusial yaitu pembangunan Jalan Kuta Bamara (jalan yang menghubungkan Kecamatan Kuripan – Tabukan – Bakumpai – Marabahan) kini sudah dalam tahap pengerasan.

Selain itu kini segera hadir perpustakaan bertaraf nasional, Jejangkit Ecopark yang bisa menggenjot ekonomi masyarakat khususnya di Jejangkit, hadirnya long storage sebagai lokasi latihan dayung, berdirinya pembangunan GOR tipe B dan sejumlah pembangunan lainnya.

Kemudian dibeberkanya, meraih 41 penghargaan nasional.

Tentu demikian itu menjadi harapannya agar perempuan Batola bisa mengikuti jejaknya memiliki prestasi di bidang masing-masing dan mampu mengembangkan diri.

“Melalui majelis ini saya ingin perempuan Batola bisa meningkatkan martabatnya,” harapnya.

Disampaikannya, Majelis Ummul Khadijah sendiri sebenarnya telah dibentuk pada tahun 2008 saat dirinya masih menjadi Ketua TP-PKK Batola.

Saat menjadi bupati, majelis ini sempat vakum terutama dengan adanya pandemi Covid-19.

Sedikit berbeda dengan peresmian majelis Ummul Khadijah di desa lain, peresmian di Desa Balandean Muara ditandai pemotongan tumpeng oleh bupati dan diserahkan kepada Ustadz Hasanuddin.

Peresmian kedua dilakukan di Mesjid Noruzzakirin Desa Anjir Muara Kota. Di Mesjid ini anggota majelis dari Desa Anjir Serapat Lama, Desa Marabahan Baru, Desa Amko, Desa Sepakat Bersama dan Desa Patih Muhur Lama dipusatkan.

Tidak kalah dengan di Kecamatan Alalak, ratusan masyarakat sudah antusias menunggu bupati wanita pertama di Kalsel ini.

Hal senada disampaikan bupati di hadapan masyarakat, bahwa perempuan Batola sepatutnya mengidolakan Siti Khadijah.

Ia menguraikan, pengorbanan Siti Khadijah mendukung Rasulullah SAW dalam syiar Islam serta perilakunya sehari-hari sebagai seorang istri patut menjadi pedoman bagi perempuan Batola.

“Kita sebagai wanita jangan mau kalah dalam berkarir, tapi jangan lupa ketika pulang kita menjadi istrinya seseorang. Contohlah Siti Khadijah, istri yang begitu dicintai Rasulullah saw,” ungkap mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini.

Setelah dia menyampaikan kata sambutan, selanjutnya acara dilanjutkan ceramah oleh Ustadz Hasanuddin Al-Banjari atau yang akrab disapa UAS Banjar. Ceramah disampaikan terkait mengatasi penyakit hati dan bersyukur dalam kehidupan.

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait