Sampit, kalselpos.com – Setelah sebelumnya sukses dengan gelaran Bazar UMKM Harati, kini kembali hadir Pekan Raya Sampit. Acara yang digelar di Stadion 29 November Sampit pada 27 Agustus hingga 5 September ini pun kembali disambut antusias masyarakat.
Ketua UMKM Harati yang juga Ketua Panitia Pekan Raya Sampit, Rahmat Noor mengatakan, kegiatan ini digelar mewadahi tingginya antusias pelaku UMKM dan masyarakat karena merasakan suksesnya Bazar UMKM Harati pada 13-25 Juni lalu.
“Makanya kami kembali menggelar kegiatan yang kali ini dengan nama Pekan Raya Sampit. Ini juga untuk membantu percepatan pemulihan ekonomi masyarakat,” ujar Rahmat saat pembukaan Pekan Raya Sampit, Sabtu (27/8/2022) malam.
Rahmat menjelaskan, jumlah pedagang yang menempati tenda awalnya disiapkan untuk 50 pedagang, namun karena banyak yang meminta akhirnya ditambah sehingga menjadi 70 tenda.
Lapak pedagang kaki lima yang awalnya disiapkan hanya untuk 30 orang pedagang, juga ditambah menjadi 40 lapak atas permintaan pedagang. Pihaknya kemudian membatasi jumlah peserta karena pertimbangan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung.
“Kami tidak menargetkan berapa besar perputaran uang. Yang jelas kami berharap waktu 10 hari Pekan Raya Sampit ini dapat memberikan suasana menggembirakan bagi masyarakat serta keuntungan bagi pelaku usaha,” harap Rahmat.
Rahman, salah seorang pedagang mengaku senang bisa mendapat kesempatan mengikuti Pekan Raya Sampit. Pelaku usaha asal Banjarbaru Kalimantan Selatan ini menilai daya beli masyarakat di daerah ini sudah meningkat dan diharapkan segera kembali pulih.
“Saat Bazar UMKM Harati saya juga ikut di sini. Hasilnya alhamdulillah cukup bagus. Makanya setelah tahu ada Pekan Raya Sampit ini, saya ikut lagi. Mudah-mudahan ekonomi masyarakat di daerah ini bisa semakin baik,” pungkas Rahman.
Asisten Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotim Alang Arianto mengatakan, pemerintah daerah sangat mendukung acara ini karena dinilai membantu percepatan pemilihan ekonomi, khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Ini sesuai tekad pemerintah mewujudkan kondisi pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Ini salah satu yang diinginkan pemerintah daerah agar produk UMKM bisa semakin diminati dan membantu ekonomi masyarakat,” kata Alang.
Saat ini pelaku UMKM di Kotim tumbuh dengan pesat sehingga diharapkan bisa membuat perekonomian meningkat. Untuk itu diperlukan kegiatan-kegiatan yang bisa memacu kebangkitan sektor UMKM, salah satunya melalui kegiatan seperti ini.
“Harapan kita mudah-mudahan ini menjadi penyemangat untuk bangkit.
UMKM kekuatan ekonomi rakyat yang mempengaruhi perekonomian nasional. Produk-produk UMKM harus terus dipromosikan dan diwadahi agar bisa semakin berkembang,” harap Alang Arianto.
Pekan Raya Sampit diharapkan mampu mendorong bangkitnya sektor UMKM dari masa sulit. Pemerintah daerah salut karena untuk kedua kalinya kegiatan besar ini diinisiasi sendiri oleh para pelaku UMKM.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





