Tanjung, kalselpos.com – Beberapa tahun terakhir ini, masyarakat pekebun di Kabupaten Tabalong diresahkan oleh bergugurannya daun tanaman karet yang tidak seperti biasanya, bisa mencapai 5-6 kali setahun.
Lazim, tanaman karet akan meluruhkan daunnya pada saat musim kemarau, 1-2 kali saja setahun.
Menurut Rahmani, Kepala Bidang pengendalian dan penanggulangan bencana perkebunan di Dinas Perkebunan dan Peternakan Tabalong, Penyakit gugur terdeteksi mulai menyerang tanaman karet di Kabupaten Tabalong pada pertengahan tahun 2020.
“Berdasarkan hasil pengamatan, penyakit gugur daun ini disebabkan oleh jamur Pestalolioptis sp.”ungkapnya.
Pada tahun 2021 tercatat luas serangan penyakit pada tanaman karet seluas 6442,5 hektar, yang meliputi penyakit jamur akar putih, kering alur sadap, dan gugur daun.
“Dari total luasan serangan penyakit tersebut, 1220,8 hektar diantaranya atau 18,9% adalah akibat serangan penyakit gugur daun” jelas Rahmani.
Sampai dengan pertengahan tahun 2022 ini, jelas Rahmani luas tanaman karet yang terserang penyakit gugur daun sudah mencapai 746,5 hektar, atau hampir 65% dari total serangan penyakit karet (1150,8 hektar).
Lebih jauh Ia menjelaskan dampak perubahan iklim, dimana kelembaban dan curah hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor yang membantu berkembangnya jamur Pestalolioptis sp yang menyebabkan penyakit gugur daun.
“Selain itu, kondisi tanaman yang lemah, kekurangan nutrisi karena kurangnya pemupukan, aktivitas penyadapan yang berlebihan, lahan yang tidak bersih, serta tak ada upaya pengendalian yang menyeluruh menyebabkan semakin parahnya serangan,” ungkapnya lagi.
Tahun 2022 ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan, secara formal telah melaksanakan Sosialisasi Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Perkebunan sebanyak 15 kali.
“5 kali terkait pengendalian penyakit gugur daun dan 10 kali untuk penyakit jamur akar putih dan kering alur sadap” ujar Rahmani di Tanjung (19/8).
Pihaknya juga pada awal tahun 2022 meluncurkan layanan PALING LANGKAR (Penyuluhan Keliling cara Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit pada Tanaman Karet).
“Sampai dengan pertengahan tahun 2022 ini telah dilaksanakan sebanyak 10 kali layanan penyuluhan ke kelompok/gabungan kelompok di beberapa desa” ujarnya lagi.
Ia menyampaikan gejala serangan jamur Pestalolioptis sp pada pohon karet seperti Pada daun muda terdapat bintik coklat yang berkembang menjadi bercak coklat tua, dan terdapat batas yang jelas antara bagian bercak dan bagian daun yang masih sehat.
“Daun yang terinfeksi akan gugur sebelum waktunya.Setelah daun gugur dan terbentuk daun baru yang berukuran lebih kecil dari ukuran normal” tuturnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





