Pembangunan Tugu 0 Km Banua, di samping Kantor Gubernur Kalsel, di Jalan Sudirman Kota Banjarmasin menuai kritik dari Ketua LSM Kelompok Pemerhati Kinerja Apatur Pemerintah dan Perlemen (KPK-APP), Aliansyah.

TANDA PEMBANGUNAN –
Tumpukan batu bercor semen yang diletakkan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor sebagai tanda dimulainya pembangunan Tugu 0 Km Banua, Senin (15/8/22) lalu.(kalselpos.com)
Pembangunan tugu yang digagas Gubernur Sahbirin Noor itu menurut Aliansyah, manfaatnya tidak jelas dan hanya akan menghambur – hamburkan uang.
“Sebelum melakukan pembangunan harus dikaji, bawa dialog publik dulu, sampaikan apa manfaatnya, jangan sampai menjadi proyek mencari keuntungan saja. Atau proyek akal – akalan yang ujung – ujungnya tidak bermanfaat bagi rakyat. Pemprov jangan membikin agenda yang manfaatnya tidak jelas,” ujar Aliansyah, kepada kalselpos.com, Kamis (18/8) siang.
Tokoh LSM yang terkenal vokal dalam menyuarakan aspirasi rakyat, itu juga mempertanyakan apakah proyek Tugu 0 Km, masuk dalam rencana pembangunan jangka pendek Kalsel.
“Kalau tidak ada dalam rencana proyek jangka pendek dan tidak pernah dibawa dan disusun pada Musrenbang baik di provinsi maupun kabupaten, maka saya khawatir proyek ini proyek siluman,” tegasnya.
Kalau pun ada pada rencana proyek jangka pendek, beber aktivitas yang sering menggelar aksi demo itu, maka lokasi proyek yang disebutnya proyek mercusuar itu, tidak tepat. “Harusnya tugu itu dibangun di Kota Banjarbaru. “Harusnya dibangun di perkantoran Setdaprov Kalsel agar lebih cepat berkembang. Di Banjarbaru kultur tanahnya keras. Sedangkan di Banjarmasin tanah rawa. Kalau bangunan bertingkat banyak dan dibangun di bentaran sungai, tentu sangat berbahaya sekaligus tidak efektif,” ucapnya.
Aliansyah berujar, Kota Banjarmasin layaknya jadi kota industri, perdagangan dan pariwisata. “Jadi batalkan proyek Tugu 0 Km di Banjarmasin. Kalau mau menata kota, lokasinya pindah ke Banjarbaru, seiring Kalsel menjadi pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN). Kalau Tugu 0 Km dibangun di Banjarmasin, ini menunjukkan pemprov tidak konsisten dan kometmen terhadap pembangunan ibu kota provinsi,” gumamnya.
Sebelumnya diberitakan,
pembangunan Tugu 0 KM Banua, mulai digarap bertepatan dengan puncak peringatan Hari Jadi ke 72 Provinsi Kalsel, Senin (15/8/2022) lalu, yang ditandai peletakan batu pertama pembangunan oleh Gubernur Sahbirin Noor.
Biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan berkisar Rp160 miliar. Tugu 0 Km Banua, ini sendiri dijadikan kado bagi warga Banua di hari jadi ke 72 Provinsi Kalimantan Selatan.
Pembangun tugu sebenarnya, ujar Gubernur H Sahbirin Noor, sudah disampaikan Pemprov Kalsel pada Harjad ke-70 tahun 2020 yang akan menjadi ikon Kalsel, karena terjadi pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 itu.
Bahkan hingga kini belum benar-benar usai, pembangunan tertunda, hingga pada Harjad ke-72 tahun 2022 ini.
“Jadi kalau di Jakarta, itu kan ada Monas, kalau ke Kalsel nantinya, kurang resmi kalau tidak berfoto di Tugu 0 KM,” ujar gubernur.
Plt Kepala Dinas PUPR Kalsel, Ahmad Solhan, mengatakan tahap awal pembangunan ini dianggarkan sekitar Rp27 miliar untuk pondasi dasar.
Menurut dia, Tugu 0 Km Banua ini dikerjakan dengan anggaran secara tahun jamak hingga 2024.
“Sampai selesai menghabiskan dana sekitar Rp160 miliar,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Agung Dewanto, menambahkan struktur utama tugu nantinya 66 meter. Sementara sisanya adalah hiasan dari tugu yang menjulang hingga 99 meter.
“Tugu ini ada lima lantai yang nantinya akan disewakan untuk franchise dan sisanya menara pandang, sementara di sekitar tugu ada tempat untuk UMKM A dan UMKM B,” jelasnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





